Tajuk Rencana November Masyarakat Sehat Indonesia Kuat – Dengan membaca tajuk rencana, kita dapat memahami apa yang penting dan sangat dibutuhkan saat itu; Bagaimana situasi sosial masyarakat yang menjadi titik tolak pesan sosial?

Sementara itu, saya menerima Redaksi Koran Suara Indonesia (bekas Bali Post) terbitan 2 Maret 1965 (sehari sebelum Nyepi) dan Redaksi Bali Post terbitan Jumat, 20 Maret 2015. , juga sehari sebelum Nyepi. Tinjauan redaksi kedua tulisan ini menyampaikan pesan-pesan dengan semangat yang sama, seperti perayaan Tahun Baru Nyepi atau Icaka sebagai dorongan untuk introspeksi diri.

Tajuk Rencana November Masyarakat Sehat Indonesia Kuat

Tajuk Rencana November Masyarakat Sehat Indonesia Kuat

Meskipun ruhnya sama, namun istilah yang digunakan berbeda. Konteks sosial yang melatarbelakangi tulisan-tulisannya jelas berbeda. Seperti apa?

Mengulas Foto Utama “kompas” 13 19 Maret 2022

Sedangkan semangat yang bergema dalam introspeksi adalah sama, namun istilah yang digunakan berbeda. Suara Indonesia (sebelumnya Bali Post) menggunakan istilah “koreksi diri” dalam tajuknya, sedangkan surat kabar Bali Post menggunakan istilah “mulat sarira” dalam tajuknya yang terbit sehari sebelum Hari Raya Nyepi 2015.

Keduanya identik untuk menekankan pentingnya introspeksi. Bedanya istilah pertama berasal dari bahasa Inggris dan istilah kedua berasal dari bahasa Bali.

Dulu, kegemaran menggunakan bahasa asing sangat kuat. Mungkin dia terpengaruh oleh Presiden Sukarno yang sering dengan fasih menambahkan bahasa atau istilah asing dalam pidatonya. Kini, dalam suasana yang menguatkan identitas kedaerahan, dalam suasana yang mengedepankan Ajeg Bali, penggunaan bahasa Bali semakin kuat.

Tajuk rencana Nyepi 1965 berisi saran dan juga petunjuk perlunya koreksi diri di semua lapisan masyarakat. Tanpa koreksi diri, tujuan revolusi tidak dapat dicapai. Datangnya Tahun Baru Chaka adalah saat yang tepat bagi bangsa dan negara untuk membenahi diri guna mencapai cita-cita revolusionernya.

Rizieq Shihab Dalam Tajuk Rencana Media Media Indonesia

Pesan pentingnya koreksi diri terkait dengan cita-cita bangsa dan suasana politik saat itu dapat dibaca dalam kutipan berikut: “Saya harap ini tercermin dalam diri kita memasuki tahun baru Icaka, meningkatkan dedikasi Melanjutkan revolusi Indonesia atas dasar garis Manipol/USDEK.”

Manipol/USDEK adalah slogan dan istilah politik Presiden Sukarno. Manipol adalah singkatan dari ‘menipesto politik’ sedangkan USDEK adalah singkatan dari UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia. Ini adalah interpretasi otoritatif Presiden Sukarno terhadap Pancasila. Masyarakat diingatkan untuk selalu mengingat dan berpegang teguh pada cita-cita dan gerakan politik Bung Karno.

Dalam tajuk rencana ditulis peringatan agar anggota komunitas atau kelompok lain tidak saling menyalahkan dan tidak saling membebankan tanggung jawab. Anda tidak dapat mengklaim diri Anda benar, jika tidak, orang lain salah. Jika ini dilakukan, hasilnya akan menjadi ‘perselisihan’. Revolusi bangsa dan negara tidak akan mencapai tujuannya.

Tajuk Rencana November Masyarakat Sehat Indonesia Kuat

Peringatan di atas dapat dilihat sebagai suasana di mana dua kekuatan besar tidak bersepakat saat itu, yaitu PKI dan PNI. Di Bali, konflik antara keduanya dikenal tajam, dan konsekuensinya dapat dilihat dari beratnya penganiayaan terhadap mereka yang diduga pro-PKI atau terlibat dalam gerakan pasca-Gerakan 30 September 1965. pesan-pesan dalam redaksi dapat dengan jelas membayangkan polarisasi kelompok pada saat itu.

Rapat Koordinasi Persiapan Lomba Sekolah Sehat (lss) Tingkat Kabupaten Malang Tahun 2022 Hu

Sebagai media yang berusaha adil dan objektif, Suara Indonesia kembali menyampaikan pesan ‘koreksi diri’. Jika pesan ‘perbaiki diri’ Nyepi benar-benar dilaksanakan, mungkin tidak akan sekeras yang terjadi pada pemberontak 1965/66.

Pada tahun 2015, kondisi sosial politik di tanah air dan di Bali berbeda dengan lima puluh tahun yang lalu. Saat ini, Bali dan belahan dunia lainnya menghadapi berbagai masalah lingkungan dan energi.

Polusi terjadi di mana-mana, krisis energi menjadi topik hangat. Kemiskinan adalah paradoks kemajuan dan juga dirasakan di Bali. Ada ancaman kerusakan lingkungan di beberapa tempat, dan di Bali sering digaungkan dengan mencontohkan rencana proyek reklamasi Teluk Benoa sebagai bentuk investasi yang dianggap merusak alam Bali.

Menulis tajuk rencana dalam situasi sosial-politik dan ekonomi seperti itu, Bali Post sepertinya menggunakan istilah yang tidak jauh berbeda dengan pendahulunya pada tahun 1965, yaitu semangat introspeksi. Tidak hanya istilah yang digunakan ‘koreksi diri’, tetapi ‘mulat sarira’, yang dalam bahasa Bali berarti refleksi diri dan identik dengan introspeksi.

Bukti Bahwa Hak Istimewa Politik Berbahaya Bagi K…

Pada halaman depan edisi Jumat, 20 Maret 2015 Bali Post, istilah mulat sarira yang bisa dikatakan sebagai ‘kata kunci’ pesan Nyepi 2015 beberapa kali digunakan. . Buat apa ogoh-ogoh mahal kalau masih banyak orang miskin? Mengapa menggunakan jamur untuk membuat ogoh-ogoh jika sulit diberantas dan berdampak buruk bagi lingkungan?

Kedua keprihatinan ini diungkapkan secara sederhana untuk mengajak orang Bali berintrospeksi, mulat sarira. Introspeksi penting untuk mengevaluasi permainan hidup tahun sebelumnya agar kedepannya bisa lebih baik lagi.

Tajuk rencana tahun 2015 juga mengangkat tradisi Nyepi sebagai praktik nilai universal, karena memberikan kontribusi praktis dan positif bagi kehidupan modern, terutama dalam gerakan perlindungan lingkungan dan konservasi energi. Hari Hening adalah tindakan nyata penghematan energi dan mengurangi polusi udara (dan kebisingan mobil).

Tajuk Rencana November Masyarakat Sehat Indonesia Kuat

Editorial mencatat bahwa Nyepi yang menginspirasi dapat dilihat pada acara hari bebas mobil, yang merupakan gaya hidup modern untuk rekreasi dan perlindungan lingkungan. Kegiatan car free day di berbagai kota merupakan kombinasi dari penghematan energi (BBM), pengurangan polusi, olahraga dan relaksasi, serta peduli lingkungan.

Bahasa Indonesia Bs Kls Xi

Tahun demi tahun pesan ucapan selamat Nyepi masih berakar pada semangat introspeksi, namun semangat yang sama tampak berbeda karena konteks sosial budaya yang berbeda. Jika pesan ‘koreksi diri’ pada tahun 1965 menyiratkan pesan sosial-politik yang tajam, maka pesannya adalah peran Bali dalam pembangunan sosial-politik nasional, sedangkan ‘mulat sarira’ lebih menekankan pada kontribusi Bali pada pembangunan global dan universal.

Padangsambian lahir, besar dan tinggal di Denpasar. Tinggal di Brisbane, Australia (1998-2002; 2007-2009). Saat ini menjadi Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Udayana, serta Ketua Program Magister Studi Pariwisata.

Tajuk rencana terbaru, tajuk rencana hari ini, tajuk rencana pikiran rakyat, tajuk rencana adalah, teks tajuk rencana, tajuk rencana, tajuk rencana bahasa indonesia, tajuk rencana media indonesia, masyarakat hidup sehat indonesia kuat, tajuk rencana tentang kesehatan, materi tajuk rencana, berita tajuk rencana