Rangkaian Lampu Kedip 3 Volt – Beberapa pemirsa bertanya tentang lampu terang berdaya tinggi dengan tegangan 220 VAC. Nah pada artikel kali ini saya membahas tentang modifikasi rangkaian flasher sebelumnya agar bisa menyalakan lampu dengan daya yang sangat besar yaitu mencapai 2200 Watt atau 2,2 kilowatt.

Sebelum membahas rangkaian kompleks ada baiknya kita lihat dulu rangkaian flasher sederhana yang hanya memiliki 5 komponen saja selain lampu beban, seperti tampak pada diagram berikut.

Rangkaian Lampu Kedip 3 Volt

Rangkaian Lampu Kedip 3 Volt

Video YouTube berikut menunjukkan saat rangkaian diuji dengan lampu pijar (bohlam) Philips 100 watt 220 VAC. Dipasang 2x (dua) buah lampu pada kaki saklar ini Biasanya Tutup (NC) dan Biasanya Terbuka (NO) sehingga lampu dapat menyala bergantian (flip flop).

Membuat Rangkaian Power Supply Sederhana

DR = 1N4007 dioda penyearah, yang mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) untuk memasok ke kumparan belitan.

S = relay dengan tegangan tali 24 volt, mampu mengalirkan arus beban 10 ampere pada tegangan beban 250 VAC, sehingga dapat menyalakan lampu beban dengan daya sekitar 2200 Watt pada tegangan 220 VAC . Merek yang saya gunakan adalah ‘MASSUSE’ dengan tipe ‘ME-15H’. Dari hasil pengujian diketahui bahwa relai dapat diaktifkan (On) dengan tegangan listrik serendah 15 volt dan arus sebesar 10 mili ampere (0,010 A). Rangkaian ini memiliki 5 kaki jenis SPDT (Single Double Throw), atau bisa diartikan sebagai satu tiang dengan dua posisi, sehingga dapat mengalirkan arus pada saat kumparan tidak aktif, dan juga dapat mengalirkan arus pada saat kumparan aktif melalui kaki lainnya. Dengan SPDT ini rangkaian sederhana dapat menggunakan dua buah lampu yang menyala bergantian (flip flop) Lihat foto dibawah ini.

Lampu B dihubungkan ke kaki sakelar dan menyala saat sakelar diaktifkan. Saat bekerja, koil tidak menerima daya dari jaringan 220 VAC, tetapi disuplai oleh kondensor CS. Jika kondensor kosong maka saklar akan dimatikan sehingga lampu B akan mati. Dalam keadaan mati (Off), relay menghubungkan kondensor ke jaringan 220 VAC agar kondensor terisi daya, kemudian siklus flashing berlanjut. Itu sebabnya rangkaian yang digunakan harus memiliki dua posisi atau kaki yang dapat mengalirkan arus (SPDT).

Jika menggunakan belitan motor, arus yang dapat disalurkan mencapai 30 ampere, sehingga daya beban sekitar 6600 watt. Namun relay Oko agak sulit dipasang pada papan PCB (Printed Circuit Board) karena konektornya yang besar. Relay otomotif seringkali mahal, dan umumnya jenis Single Pole Single Throw (SPST) atau tiang dengan satu posisi yaitu hanya satu kaki untuk mengalirkan arus, bukan SPDT. Kumparan arus pada relai otomatis juga terlalu besar, sehingga diperlukan kumparan resistor (RS) yang berkapasitas besar dan harganya menjadi lebih mahal. Karena pertimbangan inilah pilihan jatuh pada merek ‘MASSUSE’ di atas saat mendesain sirkuit ini.

Cara Mudah Menghitung Resistor Untuk Lampu Led

DS = Dioda zener 24 volt dengan daya sekitar 1 watt, fungsinya untuk membatasi tegangan pada koil hanya setinggi 24 volt. Juga untuk menghilangkan tegangan tinggi (spike) yang mencapai ribuan volt yang timbul akibat induksi pada koil ketika kita mematikan saklar (Off) setelah bekerja (On). Walaupun hanya terjadi sangat sesekali, sangat singkat dan dengan arus yang sangat-sangat lemah, lonjakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan fatal pada komponen lain, seperti SCR, Transistor, IC, dan lain-lain. Pada foto di atas dioda zener terlihat berwarna biru muda. Perhatikan bahwa pemasangan pin dioda zener adalah kebalikan dari cara pemasangan dioda biasa dan pin SCR.

Resistor RS = 5600 ohm (5k6) memiliki daya 5 watt. Resistor ini membatasi arus yang dipasok ke koil belitan. Dengan nilai 5k6, tegangan di kaki koil akan menjadi sekitar 25-26 volt. Tegangan 25-26 volt akan distabilkan oleh dioda zener DS menjadi sekitar 24 volt. Genset ini harus memiliki kapasitas yang tinggi karena disuplai dengan tegangan 220 VAC. Jika Anda menggunakan resistor berdaya rendah, mungkin akan bocor. Jika belitan yang digunakan memiliki kapasitas arus yang berbeda, maka resistor RS harus disesuaikan. Jika pergerakannya membutuhkan lebih banyak arus maka resistansi RS harus dikurangi dan daya ditingkatkan. Jika gerakan Anda membutuhkan arus kecil, maka resistensi RS meningkat dan daya dapat dikurangi. Jadi pada desain rangkaian ini, belitan tegangan rendah dapat beroperasi dengan aman meskipun disuplai dengan tegangan tinggi karena dilindungi oleh resistor RS dan dioda zener DS.

CS = kondensor atau kapasitor senilai 100 mikrofarad dengan tegangan maksimal 50 volt. Kondensor pada rangkaian flasher sederhana ini berfungsi mengumpulkan energi listrik yang mengaktifkan kumparan. Kondensor inilah yang akan menentukan frekuensi kedipan Dari hasil pengujian, nilai 100 mikrofarad akan membuat frekuensi kedipan sekitar 3 hertz atau 3 kedipan per detik. Saat menggunakan kondensor 470 mikrofarad, frekuensi kedipan kira-kira 3/5 hertz atau 3 kedipan setiap 5 detik Kaki positif kondensor dihubungkan ke dioda DR, kaki negatif dihubungkan ke resistor RS. Foto di atas menunjukkan kondensor CS berlapis plastik hitam.

Rangkaian Lampu Kedip 3 Volt

Rangkaian di atas mudah dan murah untuk dirakit, namun sayangnya sulit mengatur frekuensi kedipannya. Karena Anda harus mengganti kondensor CS untuk mengatur frekuensi. Jika menggunakan relai dengan tegangan saluran 220 volt, rangkaian akan lebih mudah, tetapi relai dengan tegangan saluran 220 volt biasanya mahal.

Cara Sederhana Membuat Rangkaian Lampu Led Untuk Lampu Rem Motor (bagian 1)

Sekarang mari kita instal sistem ini di sirkuit dengan SCR yang dibahas dalam artikel “Sistem Pencahayaan Adjustable 200 Watt 220 VAC”. Dengan rangkaian ini frekuensi kedipan dapat diatur dengan potensiometer. Waktu lampu menyala dan waktu mati lampu juga bisa diatur sesuai keinginan. Karena ditambah ini maka kapasitas beban dapat ditingkatkan dan dapat menggunakan 2 rangkaian lampu yang menyala dan mati secara bergantian (flip-flop). Pada artikel kali ini rangkaian hanya diberikan dengan penambahan 4 komponen lagi. Lihat program berikut.

Harap berkonsentrasi pada bagian skema di atas, beberapa komponen telah dijelaskan dan sama dengan komponen flash sederhana di awal artikel ini.

CS = kondensor senilai 4,7 mikrofarad dengan tegangan maksimal 50 volt, komponen ini berbeda dengan kondensor pada rangkaian flasher. Kondensor ini tidak menentukan frekuensi kedipan. Kondensor pada rangkaian ini berfungsi untuk menyamakan arus yang mengaktifkan kumparan agar kumparan tidak bergetar dengan frekuensi sekitar 50-60 hertz. Seperti yang kita ketahui, koil diaktifkan oleh tegangan bolak-balik (VAC) sebesar 50-60 hertz yang disearahkan oleh dioda, sehingga tegangan searah yang diterima berupa pulsa setengah gelombang yang dapat diregenerasi. bijak. Dari hasil pengujian nilai 4,7 mikrofarad cukup untuk membuat fixture ini saat koil bekerja, nilai terbesar yang saya coba adalah sekitar 22 mikrofarad. Jika menggunakan kondensor yang terlalu besar maka rangkaian akan selalu on atau selalu on walaupun SCR sudah memutus arus sehingga lampu menyala. Pemasangan kondensor harus sesuai dengan kaki positif dan kaki negatif. Kaki positif kondensor dihubungkan ke jaringan 220 VAC, kaki negatif dihubungkan ke resistor RS.

Perhatikan cara menyambungkan lampu beban ke sambungan dan ke sumber tegangan.Satu kaki lampu dihubungkan ke output ini, kaki lainnya dihubungkan langsung ke jaringan listrik 220 VAC. Lampu dilindungi oleh sekering lampu (FB). Sekering lampu (FB) besar dan harus sesuai dengan arus beban listrik.

Skema Sirene Dan Bel Dalam Satu Rangkaian Dengan 2 Transistor

Sekring yang lain yaitu (F) hanya melindungi komponen yang dayanya rendah, tidak melindungi beban lampu, sehingga cukup menggunakan sekring dengan arus yang rendah yaitu sekitar 0,5 ampere. Jadi jika terjadi kesalahan atau kegagalan sistem pada rangkaian, sekring dapat putus seketika untuk mencegah kerusakan lebih lanjut atau bahkan kecelakaan fatal.

Karena saklar jenis SPDT maka dengan saklar ini anda dapat membuat lampu terang dengan sistem flip yaitu lampu yang satu akan menyala jika lampu yang lainnya padam di lampu yang lain. Lihat skema di bawah ini.

Ada dua lampu dalam sistem flip-flop yang diletakkan di kedua kaki struktur ini. Jadi ini akan mengirimkan arus ke dua lampu. Daya lampu beban pada sistem flip-flop harus dikurangi menjadi sekitar 1/4 dari daya maksimum atau sekitar 500 Watt. Karena titik kontak pada gulungan hanya memiliki waktu istirahat yang singkat untuk menurunkan suhu.

Rangkaian Lampu Kedip 3 Volt

Nilai komponen lainnya dan cara setting frekuensi flashing dapat dibaca pada artikel “200 Watt 220 VAC Adjustable Schematic Flasher”.

Kontrol Suara Lampu Melodi Led Kit Produksi Elektronik Rangkaian Tegangan 3v 5.5v Kit Diy Kontrol Suara Led Fr 4 Papan Fiberglass|sirkuit Terpadu|

CATATAN: seluruh rangkaian langsung terhubung ke tegangan tinggi, jangan menyentuh rangkaian saat terhubung ke listrik, gunakan bahan yang diisolasi dengan baik terhadap tegangan tinggi, pernahkah Anda mendengar apa itu lampu flip flop? Pada umumnya lampu flip flop merupakan lampu yang dapat dinyalakan dan dimatikan secara bergantian.

Kita sering melihat penggunaan rangkaian flip flop dalam banyak kasus. Mulai dari penggunaan untuk keperluan dekorasi rumah, dinding, kendaraan, pohon dll.

Jadi mari kita kupas dengan baik dengan membalik lampu flop. Mulai dari pengertian, cara kerja, cara berpikir, hingga cara melakukannya di artikel selanjutnya. Jangan lewatkan informasi lengkapnya di bawah ini.

Lampu flip flop adalah sirkuit elektronik yang dirancang menggunakan dua lampu atau lebih. Dimana lampu yang digunakan akan dapat menyala dan mati secara bergantian.

Perekam Modbus Rtu Dengan Esp32

Rangkaian flip-flop ini memiliki skema dan konstruksi yang sangat sederhana. Agar dapat bekerja secara alternatif, dibuatlah rangkaian arus listrik yang dihubungkan dengan saling menyilang.

Penerapan lampu flip flop sendiri sudah sangat umum dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya rangkaian lampu flip flop untuk polisi, lampu flip flop untuk ambulans, lampu flip flop untuk penghias dinding, gedung, pohon, jalan dll.

Lampu flip flop ini ditemukan pertama kali pada tahun 1918. Penemu rangkaian lampu flip flop yang inovatif adalah seorang ilmuwan bernama William Eccless dan F. W. Jordan.

Rangkaian Lampu Kedip 3 Volt

Pada awal penemuannya, flip flop merupakan dua elemen aktif seperti yang sering kita jumpai pada komputer. Dimana proses pengoperasiannya menggunakan versi rangkaian dan transistor.

Otomotif: Rangkaian Elektronika Lampu Kedip

Mampu membuat lampu

Skema lampu kedip 3 volt, rangkaian sensor cahaya 3 volt, rangkaian lampu emergency 4 volt, rangkaian lampu flip flop 12 volt, rangkaian led kedip 3 volt, lampu kedip 220 volt, rangkaian lampu led 12 volt berkedip, rangkaian lampu emergency led 12 volt, rangkaian lampu berjalan 12 volt, rangkaian lampu strobo 24 volt, rangkaian paralel lampu led 12 volt, rangkaian led kedip 12 volt