Menhub Ri Positif Coronavirus Mengapa Pejabat Negara Berisiko Tinggi – Kabar mengejutkan muncul dari dalam pemerintah Indonesia bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif mengidap virus corona. Mengapa dia rentan terhadap infeksi?

Kabar mengejutkan datang dari Pemerintah Republik Indonesia pada Sabtu, 14 Maret lalu, ketika Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi diumumkan sebagai salah satu dari 117 orang yang dinyatakan positif virus corona.

Menhub Ri Positif Coronavirus Mengapa Pejabat Negara Berisiko Tinggi

Menhub Ri Positif Coronavirus Mengapa Pejabat Negara Berisiko Tinggi

Kabar itu disampaikan Budi Sulistya, Wakil Direktur Rumah Sakit Militer Gatot Soebroto, dalam jumpa pers yang digelar di Istana Negara. Ia mengatakan, Menteri Perhubungan Butikaya merupakan pasien kasus ke-76 di Indonesia.

Menhub Ri Positif Coronavirus, Mengapa Pejabat Negara Berisiko Tinggi?

Sebelum dinyatakan positif, Menhub Budikaya masih menjalani jadwal yang cukup padat selama dua pekan terakhir, seperti mengunjungi Kantor Harian Kemerdekaan Rakyat pada 20 Februari dan meninjau proyek kereta cepat Purwakarta dan Purwa Gada di Rancaekek Bandung pada 23 Februari.

Selanjutnya, Menteri Perhubungan Budi Karya juga hadir dalam seminar ibu kota negara di Hotel Sultan pada 26 Februari lalu. Agenda kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Luwu dan Toraja untuk pengecekan bandara pada 28-29 Februari.

Memasuki awal Maret, Menteri Perhubungan Budi Karya terlibat dalam penjemputan awak kapal Diamond Princess yang membawa penumpang positif

Kemudian, pada 4 Maret lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya masih sempat berfoto bersama wartawan di Istana. Akhirnya, ia menghadiri rapat terbatas di Istana Negara dan bertemu perwakilan Belanda pada 11 Maret lalu.

Wakil Walikota Palembang

Menteri Perhubungan Boudicaria memang menderita tifus dan asma sebelum dinyatakan positif mengidap virus corona. Dalam hal ini, dia saat ini menerima perawatan di rumah sakit.

Sekretaris Perhubungan Boudicaria bukan satu-satunya pejabat negara yang dites positif terkena virus corona. Pekan lalu, Sekretaris Kesehatan Inggris dan Anggota Parlemen Konservatif Nadine Dorries juga dipastikan terinfeksi.

“Kebanyakan pejabat negara harus berusia di atas 50 tahun. Hal ini tentu melemahkan daya tahan tubuh dan pada akhirnya membuatnya lebih rentan terhadap virus penyebab penyakit, termasuk virus corona.

Menhub Ri Positif Coronavirus Mengapa Pejabat Negara Berisiko Tinggi

Kemudian, mobilitas yang tinggi juga membuat mereka lelah, yang melemahkan daya tahan tubuh dan menyebabkan mereka mudah sakit,” kata dr. Rio.

What’s Trending • A Podcast On Anchor

Mobilitas tinggi tak hanya melemahkan daya tahan tubuh pejabat negara, tapi juga bisa menjadi faktor lain tertular virus corona, terutama saat bepergian ke tempat-tempat ramai.

“Setahu Menhub Budi Karya yang berangkat menjemput awak kapal, di kapal itu ada orang yang positif Covid-19. Padahal tidak kontak langsung dengan pasien.

Penyakit bawaan seperti diabetes, darah tinggi, dan penyakit jantung, serta asma dan tifus, seperti Budikaya, Menteri Perhubungan, juga bisa menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Karena itu, orang tersebut lebih rentan terhadap penyakit lain.

Terkait kasus Menhub positif terjangkit virus Corona, Presiden Joko Widodo telah merumuskan beberapa kebijakan untuk mengurangi risiko tertular virus Corona, yaitu:

Tuduhan Pasien ‘dicovidkan’ Demi Bantuan Dibantah Persi

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, tema ratas adalah mempercepat perekonomian di tengah tekanan virus corona. semua menteri yang hadir dalam rapat

Menteri yang menjalani pemeriksaan kesehatan antara lain Menkominfo Johnny G. Plate, Mendagri Tito Karnavian, Menristek Bambang Broccione Bambang Brojonegoro, Menteri Lingkungan Hidup dan Kesehatan Siti Nurbaya Bakar, Menko Polhukam Mahfud MD, BUMN Menteri Erick Thohir dan Presiden Joko Widodo sendiri.

Pada hari yang sama, sekitar 25 wartawan datang ke RSUP Persahabatan untuk diperiksa. Mereka diminta mengisi formulir di Emergency Room (UGD).

Menhub Ri Positif Coronavirus Mengapa Pejabat Negara Berisiko Tinggi

Seiring bertambahnya jumlah pasien positif virus corona, masyarakat dihimbau untuk tetap tinggal di rumah dan menghindari keluar rumah.

Mampukah Pariwisata Bali Bertahan Di Tengah Badai Corona?

Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kebersihan diri, menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi. dari pemerintah. Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menyebut kabar itu hoaks.

PERSI menyoroti berita viral dari akun @BalqisRrzq (Sandekala) pada 20 Juli 2020 pukul 08:48 WIB. Akun tersebut mengabarkan bahwa seorang pasien di RS Wiyung Sejahtera Surabaya dinyatakan positif COVID-19, meski tidak mendapatkan hasil tes positif COVID-19.

PERSI juga menilai akun tersebut menuding RS Wiyung memanipulasi hasil pasien positif COVID-19 demi mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp 200 juta untuk pasien positif COVID-19 dan Rp 350 juta untuk pasien meninggal akibat COVID-19. COVID-19.

PERSI merangkum tudingan yang dilontarkan akun tersebut. Akun tersebut menuding Siloam Hospital dan Mayapada Hospital menyuntik pasien hingga meninggal demi mendapatkan uang Rp 350 juta per pasien dari pemerintah. Disebutkan pula, setiap ambulans mendapat Rp 15 juta untuk setiap jenazah yang diangkutnya, sopir mendapat Rp 9 juta, dan rumah sakit membayar sisanya. Akun tersebut juga menuding pemerintah menargetkan 70 juta korban tewas.

“PERSI menghimbau kepada siapapun atau pihak manapun untuk tidak membuat, memperbanyak dan menyebarluaskan informasi bohong dan bohong (hoax). Karena selain menyesatkan, juga merugikan pasien yang dilayani rumah sakit dan masyarakat luas. Undang-undang tersebut berdampak pada yang bersangkutan,” Humas PERSI Anjari Umarjiyanto mengatakan dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020).

Ditengokdetikcom, kicauan dari akun Sandekala yang disebut-sebut oleh PERSI sudah dihapus. Sebelumnya, PERSI telah mengklarifikasi hal tersebut kepada pemilik akun Sandekala bernama Balqis melalui direct message. Alhasil, PERSI mendapat informasi bahwa Balqis, pemilik akun Sandekala, hanya menyampaikan informasi tersebut sebelum disebarluaskan tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu.

“Sebelum penyelesaian laporan ini, sumber mengatakan bahwa dugaan ‘kolusi pasien dengan bantuan ratusan juta’ terhadap rumah sakit Veillon, Siloam dan Mayapada didasarkan pada ‘hanya uang dari teman ayah saya. Untuk mendapatkan hasil’ katanya menjadi anggota dinas kesehatan,” kata Anjari.

Menhub Ri Positif Coronavirus Mengapa Pejabat Negara Berisiko Tinggi

“Saudara Balqis tidak bisa memberikan bukti apapun. Artinya tudingan itu tidak berdasarkan informasi yang bisa dijelaskan, baik isi maupun sumbernya. Dengan kata lain unggahan itu palsu, bohong, fitnah dan menyesatkan,” kata Anjari.

Kemarin (20/7), PERSI Pusat juga menggelar pertemuan dengan PERSI Jatim, Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Jatim, Manajemen RS Wiyung dan RS Siloam Surabaya.

“RS Wiyung dan RS Siloam menyatakan bahwa konten yang diunggah akun @BalqisRrzq yang menuduh RS ‘memberikan pelayanan kepada pasien dengan motivasi bantuan/anggaran pemerintah’ adalah tidak benar,” kata Anjari.

Akun Sandekala milik Balqis juga mengabarkan bahwa sang ayah telah mendapatkan status positif COVID-19 meski hasil swab belum masuk selama tiga minggu. Namun, pihak RS Wiyung menyampaikan kepada PERSI bahwa pasien tersebut dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan laboratorium di RS Soetomo. Ini didukung oleh salinan hasil tes dan ringkasan pemulangan pasien.

PERSI atau pihak rumah sakit menganggap perlu langkah lebih lanjut, termasuk upaya hukum, apalagi tidak adanya keikhlasan dan permintaan maaf dari pemilik akun Twitter. Namun kini Balqis telah meminta maaf lewat cuitan di Twitter.

“Selamat malam, saya BALQIS RANARIZQ mohon maaf kepada pihak manajemen rumah sakit virtual @RSMayapada atas postingan saya memberikan informasi yang tidak benar tanpa terlebih dahulu mencari kebenaran (verifikasi) dari sumber berita,” cuit Balqis melalui akun Sandekala, Minggu Pertama (20/7) 22.57 WIB tadi malam.

Yesika, seorang dokter di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta, dinyatakan positif COVID-19. Sang suami menolak tawaran isolasi soliter meski berisiko terpapar virus corona. Kini, berdasarkan hasil swab, semuanya sudah dinyatakan sembuh. (27.04.2020)

Pandemi global COVID-19 telah mengakibatkan kelangkaan alat pelindung medis secara global, dan Indonesia tidak terkecuali. Namun, situasi tersebut tidak menyurutkan semangat sebuah rumah sakit di Toraja. (01.04.2020)

Menhub Ri Positif Coronavirus Mengapa Pejabat Negara Berisiko Tinggi

Dengan tempat tidur rumah sakit yang terbatas, staf medis, dan fasilitas perawatan intensif, para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa Indonesia dapat menjadi episentrum baru pandemi virus corona. (25.03.2020)

Pejabat tinggi negara setingkat menteri, pejabat tinggi negara, mengapa bakteri gram positif berwarna ungu, menhub ri