Kiprah Pencerah Nusantara Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan – , Jakarta merupakan salah satu tantangan kesehatan utama yang menghambat pembangunan Indonesia, seperti tingginya angka kematian ibu-anak dan tingginya prevalensi penyakit

Menurut Agi Abdul Wahid, Program Management Coordinator Center for Strategic Development Initiatives (CISDI) di Indonesia, generasi muda sangat penting untuk mengakselerasi pembangunan kesehatan melalui cara-cara yang inovatif dan kolaboratif.

Kiprah Pencerah Nusantara Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan

Kiprah Pencerah Nusantara Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan

“Pemuda memiliki energi kreatif yang menjadikan mereka bukan objek pembangunan tetapi pelaku pembangunan,” ujar Agi saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan Tingkat Pusat yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kamenpora RI) di Bogor, 27 September 2018. .

Waspada, Selasa 29 April 2014 By Harian Waspada

Sebagai generasi terdepan di era modern, pemuda diberi ruang untuk terlibat dalam partisipasi yang berarti. Di Indonesia, populasi kaum muda mencapai 65 juta jiwa dan diproyeksikan meningkat menjadi 75 juta jiwa pada tahun 2045. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk menjadi negara yang maju dan sejahtera.

Selain itu, pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan yang idealnya memastikan pemuda di Indonesia mampu tumbuh dan berkembang dengan baik melalui program-program yang dibuat oleh masing-masing kementerian atau lembaga negara (K/L). . . ).

* Fakta atau hoax? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang disampaikan, silahkan WhatsApp cek fakta nomor 0811 9787 670 dengan mengetikkan kata kunci yang diinginkan.

CISDI membuka kesempatan bagi pemuda untuk terlibat dalam pembangunan kesehatan melalui Pensarah Nusantara. Pensarah Nusantara adalah program penguatan pelayanan kesehatan primer di daerah bermasalah kesehatan (DBK) melalui dukungan puskesmas oleh tim tenaga kesehatan remaja terpilih dan berpengalaman. Program ini terutama bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan anak di berbagai daerah di Indonesia.

Daftar Isi. Ringkasan Eksekutif 4 Susunan Kepanitiaan 5 Latar Belakang 6 Konsep Kegiatan 7 Agenda 8 Pameran Mdgs Nasional 9 Penutup 12 Lampiran

“Pensrah Nusantara merupakan platform yang mampu memfasilitasi kontribusi pemuda terhadap permasalahan yang dirasakan langsung di masyarakat. Inovasi ini membutuhkan dukungan pemuda yang berdedikasi, sistem pembinaan yang baik dan sumber daya kolaboratif dari semua pihak,” tambah AG selaku Program Manager Pensrah Nusantara.

Didirikan pada tahun 2012, Pensarah Nusantara kini memasuki tahun keenam pelaksanaannya. “Hingga tahun 2018, lebih dari 120 anak muda telah berkontribusi langsung dalam pembangunan kesehatan melalui Pensarah Nusantara. Selama Cohort II (2016-2018) mereka dapat memberi manfaat kepada lebih dari 150 ribu penduduk di sembilan lokasi penempatan, melatih lebih dari 450 petugas kesehatan dan hampir 1.000 petugas kesehatan, berkolaborasi dengan hampir 200 sekolah untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada 6.000 siswa, serta hampir Sebagai kolaborasi dengan setidaknya 100 pemerintah desa untuk menghidupkan kembali 200 Posiandu,” kata AG.

Keterlibatan pemuda melalui Pensrah Nusantara telah membuahkan hasil yang berarti dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2014, Kementerian Kesehatan mereplikasi program tersebut menjadi “Nusantara Sehat”, menempatkan remaja di lebih dari 300 lokasi dengan lebih dari 5.000.000 penerima manfaat.

Kiprah Pencerah Nusantara Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan

“Pensrah Nusantara menyoroti pentingnya pelayanan kepemudaan yang berkualitas dari setiap kementerian/lembaga. Negara harus dapat menjamin bahwa setiap pemuda dapat tumbuh dan berkembang dalam keadaan sehat, terdidik dan memiliki akses yang baik untuk pengembangan diri melalui pekerjaan dan organisasi. dapatkan,” pungkas AG. You are here: Home 1 / Artikel Koran 2 / Gambar 3 / Gambar 2018 4 / Februari 2018 Gambar

Mediaindonesia 10 10 2017 10102017051820 By Oppah

Dih Satyani Seminarsih belajar hingga Magister Psikologi di AS, kemudian bekerja di sebuah perusahaan konsultan untuk mempelajari komunikasi strategis dan restrukturisasi perusahaan. Saat ini menjabat sebagai Direktur (di bawah Direktur Jenderal) di World Health Organization (WHO) yang berkedudukan di Jenewa. Bagaimana Dia mencapai posisi ini?

Jika dirunut, ternyata keterlibatan Dayah dalam isu kesehatan semakin menguat ketika ia menjadi Asisten Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MIDGs (Millennium Development Goals) pada 2010 – 2014. Itu berbeda di sini. Mengasah keterampilannya dalam menyelesaikan tugas, kreativitasnya berkembang pesat. Dua prakarsa penting di Kantor Utusan Khusus Presiden Indonesia (KUPRI) adalah MDG Awards dan Pensarah Nusantara.

MDG Awards mengakui individu, korporasi atau birokrasi (pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pemerintah kabupaten) yang berprestasi dalam upaya pencapaian MDGs, yang terdiri dari delapan target. Selain memberantas kemiskinan dan memajukan pendidikan, kesehatan merupakan tujuan penting, seperti menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, dan memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya.

Melalui keterlibatannya dalam program MDGs, Dia menemukan cara untuk mengembangkan minat dan kapasitasnya untuk mengembangkan tujuan MIDGs kedelapan, yaitu Kemitraan Global untuk Pembangunan.

Duta Nusantara Merdeka

Pensrah Nusantara adalah program yang dirancang dan dipimpin oleh Dyah untuk menerjunkan dokter-dokter muda untuk melayani di tujuh daerah terpencil di timur dan barat Indonesia.

Menjelang akhir MDGs, Dia juga terlibat dalam sejumlah inisiatif strategis dalam proses agenda pembangunan pasca 2015 yang kemudian dikenal dengan SDGs (Sustainable Development Goals) yang terdiri dari 17 tujuan untuk mengubah dunia.

Dianggap berhasil dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, pada tahun 2014 Prof. Nila Moloek diangkat menjadi Menteri Kesehatan di Kabinet Eksekutif Presiden Joko Widodo sementara Diya diangkat menjadi Staf Khusus Menteri Kesehatan. Menilik aktivitasnya sebagai staf khusus, Dia aktif terlibat dalam program kerja sama internasional.

Kiprah Pencerah Nusantara Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan

Dari sini pula tampaknya WHO mulai melirik reputasi Diah. Sebelumnya, Diya juga menginisiasi program Nusantara Sehat untuk memperluas ketersediaan pelayanan kesehatan dasar di daerah terpencil.

Media Kalimantan Kamis 30 Juni 2016 By Media Kalimantan

Tidak ada upacara peresmian khusus pada 29 Januari karena tidak ada tradisi. Namun sejak saat itu Dayah memulai tugasnya sebagai Direktur/Penasihat Direktur Jenderal. DIA bertanggung jawab atas isu pemuda dan gender dan bertugas mengangkat kedua isu tersebut sebagai isu utama (

Menduduki posisi tersebut, selain merasa memiliki tanggung jawab yang berat, Dia juga memandangnya sebagai suatu kehormatan, dari sudut pandangnya sebagai perempuan Indonesia yang telah meraih posisi tinggi di badan dunia.

Tentu ini sebuah lompatan besar – dan mungkin yang tidak pernah ia impikan – sekembalinya dari studinya di Seattle, AS, Dia mulai bekerja sebagai konsultan manajemen di PT PLN Distribusi Jaya dan Tangerang.

“Akses, kesetaraan (kesetaraan), dan partisipasi (perempuan dan pemuda),” jawab Dye dari Jenewa pekan lalu. Dia percaya partisipasi itu penting karena perempuan dan pemuda adalah kekuatan pendorong perubahan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan bias gender dan memungkinkan perempuan untuk lebih terlibat dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan untuk sektor kesehatan.

Wirausaha. Menyemai Bibit U I Untuk I N D O N E S I A Horizon Bincang Untuk Indonesia Aktual Juli Pdf Download Gratis

Soal akses, Dia berkomitmen memperjuangkan masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas dan layanan kesehatan. Selain itu, ada pula program pengamanan khusus bagi perempuan dan pemuda yang tinggal di daerah rawan konflik dan bencana.

Atas pemahamannya tentang isu kesehatan di era MDGs to SDGs, Dia berhutang budi kepada Menteri Kesehatan Neela Moloake yang mengundangnya ke beberapa acara internasional selama periode MDGs, kemudian mengangkatnya sebagai staf khusus. “Abu Nila yang telah membimbing dan membimbing saya tanpa lelah selama beberapa tahun terakhir,” kata Dayah.

Wawasan Diah mengungkapkan bahwa sumber masalah kesehatan hampir selalu kemiskinan dan kebodohan. Keduanya berdampak negatif pada manusia dan kondisi kesehatannya paling cepat.

Kiprah Pencerah Nusantara Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan

Ketika ditanya tentang masalah di Papua, Dieh berpendapat bahwa penyelesaian masalah di Papua memerlukan intervensi holistik lintas sektoral dengan spektrum luas kesehatan, sosial ekonomi, tata kelola, terutama dialog pusat daerah, akses infrastruktur, akses informasi. .

Merajut Asa Tanoh Aceh: Kiprah 60 Tahun Feb Unsyiah By Jeliteng Pribadi

Di bidang kesehatan, anggota tim dilatih untuk berkolaborasi di semua area dalam area penempatan. Nusantara Sehat merupakan program strategis yang dirancang Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan.

Setelah disibukkan dengan jadwal padat perjalanan dari Jakarta ke New York (markas PBB) untuk merundingkan berbagai isu kemitraan dan kerja sama internasional, Dia kini harus mengabdikan dirinya untuk sementara waktu di Jenewa.

Dia melihat tatanan yang dia jalani sekarang sebagai ibadah. Sedangkan untuk kedua anaknya, dia menegaskan bahwa ibu mereka menjalankan tugas kemanusiaan untuk kesehatan orang banyak. Menurut SDGs, Program Aksi Global ke-13 WHO adalah “tambahan tiga miliar orang harus menyelamatkan hidup mereka”.

Rita Teela (33) meneteskan air mata saat menceritakan bagaimana dia mengenali suara itu. Semuanya dimulai dari dapur sederhana dan berlanjut di sekitar terminal bus. Dari situ, Rita “tampil” dan menjelma menjadi Sinden Sunda yang keliling dunia.

Ada Banyak Penyakit Bergejala Mirip Cacar Monyet, Ini Bedanya

Hidup kami tidak mudah. Namun, banyak pelajaran yang didapat,” kata penyanyi dan sinden Sunda itu suatu pagi di Bandung akhir Januari lalu.

Rita bercerita sejak kecil ia biasa bangun pagi untuk membantu kakeknya, almarhum Oting, dan neneknya memasak gorengan di dapur sederhana di belakang rumahnya di Sukabumi. Di tengah asap yang mengepul dari kayu, dia sering mendengar suara merdu keluar dari mulut kakeknya. “Biasanya dinyanyikan untuk menyenangkan nenek,” kenang Rita.

Rita yang saat itu duduk di bangku SD masih ingat betapa tinggi kakeknya. Dada adalah seorang performer yang kompleks, seni menyanyi sunda yang awalnya sering disuarakan oleh para petani di ladang. Rita kecil diam-diam mendengarkan suara kakek. Dia mencoba meniru dan jatuh cinta dengan kakeknya.

Kiprah Pencerah Nusantara Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan

Selain menyanyi, Rita belajar menari mengikuti irama lagu sunda yang banyak terdengar di radio saat itu. Ketrampilan itu ia pelajari selama kegiatan berjualan gorengan buatan neneknya di Terminal Nagarak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia melatih kepercayaan dirinya dengan tampil di depan banyak orang.

Antara Di Era Medsos Sebagai

Ibunda Rita, Ais Rohyati, juga berperan besar di balik kemampuan Rita. Iis Sinden terkenal di Jawa Barat. Ia dijuluki “Si Jangkrik” karena jago menyanyi sambil melakukan jurus panekuk silat. Selanjutnya, ia belajar dari ibunya dan akhirnya bisa tampil di atas panggung. Seringkali dia bernyanyi untuk mengubah hari.

“Masa subuh sehabis manggung, biasanya ibu saya pesan air panas di rumah dekat tempat pertunjukan. Air mandi buat saya sebelum berangkat sekolah. Nah, perjuangan di sekolah ini lebih berat. Tidurnya enak,” tawanya.

Lambat laun nama Rita mulai dikenal sebagai Sinden dan penari muda. Dari awal pentas gratis, Rita mendapat bayaran Rp. 1.500 dibayarkan. Jumlah ini dua kali lipat dari biaya bulanan sekolah dasar saat itu.

Setelah Rita lulus SMP, tawaran menarik datang dari pamannya. Dia ditawari

Cisdi Health Outlook 2022: Habis Gelap, Terbitkah Terang?

Pt batavia akses nusantara karawang, pencerah nusantara, gaji pencerah nusantara, akses pelayanan kesehatan adalah, akses pelayanan kesehatan