Fakta Medis Di Balik Mitos Batuk Yang Menyesatkan – Nyeri dada saat batuk bisa menjadi pertanda penyakit berbahaya. Cari tahu apa penyebab nyeri dada melalui fakta medis berikut ini!

Batuk sering dianggap sebagai kondisi normal. Padahal, pada beberapa kasus, keluhan tersebut bisa menjadi pertanda penyakit yang berbahaya.

Fakta Medis Di Balik Mitos Batuk Yang Menyesatkan

Fakta Medis Di Balik Mitos Batuk Yang Menyesatkan

Padahal, nyeri dada saat batuk berhubungan dengan masalah paru-paru. Selain itu, kondisi ini juga bisa berkaitan dengan masalah pada saluran pencernaan Anda.

Cek Fakta: Klarifikasi Le Minerale Soal Video Uji Coba Air Mineral Mengandung Listrik

Pneumonia atau radang paru-paru adalah infeksi yang terjadi pada saluran udara tubuh. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur.

Pneumonia dapat meningkatkan produksi lendir di saluran pernapasan sehingga menyebabkan batuk terus-menerus yang dapat disertai nyeri dada.

Bronkitis dapat menyebabkan batuk yang sering, menyebabkan rasa tidak nyaman di dada. Ini juga dapat menyebabkan nyeri dada saat batuk.

Pleuritis adalah suatu kondisi ketika pleura, dua lapisan jaringan tebal yang memisahkan paru-paru dari dinding dada, meradang.

Edisi 195 By Skk Ganto

Pleuritis bisa sangat menyakitkan, bahkan saat pasien bernapas. Oleh karena itu, penyakit ini seringkali membuat penderitanya sulit bernapas.

Flu adalah penyakit pernapasan menular yang dapat menyebabkan gejala seperti demam, nyeri otot, pilek, sakit kepala, dan kelelahan.

Penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK adalah penyakit paru kronis yang progresif. Beberapa penyakit yang termasuk PPOK, seperti emfisema, bronkitis kronis, dan asma refrakter.

Fakta Medis Di Balik Mitos Batuk Yang Menyesatkan

COPD dikaitkan dengan radang paru-paru, yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. Sebab, gejala ini bisa menimbulkan nyeri di dada saat batuk.

Pimpinan Khilfatul Muslimin Tertangkap, Sejumlah Pakar Ungkap Ideologi Berbahaya

Asma adalah penyakit pernapasan yang dapat menyebabkan mengi, mengi, dan batuk di malam hari, menurut CDC.

Asma juga dapat menyebabkan produksi lendir berlebih di saluran pernapasan, sehingga penderitanya sulit bernapas. Dalam beberapa kasus, asma juga dapat menyebabkan nyeri dada bersamaan dengan batuk.

Asam lambung adalah masalah saluran pencernaan yang terjadi ketika cairan atau gas naik dari lambung dan naik ke kerongkongan.

“Penyakit refluks ed dapat menyebabkan batuk dan nyeri dada. Apalagi jika asam lambung sudah mengiritasi saluran cerna bagian atas hingga ke tenggorokan,” kata dr. Astrid Wulan Kusumoastuti.

Bioglass: Kebohongan Dari Para Pencari Keuntungan?

Gumpalan darah di paru-paru yang terbentuk akibat kondisi ini bisa terasa seperti serangan jantung. Akibat kondisi ini, pasien juga berisiko lebih tinggi mengalami pembekuan darah.

Kanker paru-paru juga bisa menyebabkan nyeri dada saat batuk. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut.

Dalam kasus yang lebih parah, kanker paru-paru dapat menyebabkan pembekuan darah. Kondisi ini harus segera ditangani, karena nyawa pasien tidak terancam.

Fakta Medis Di Balik Mitos Batuk Yang Menyesatkan

Lupus adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ sehatnya sendiri.

Islam Therapy Untuk Menanggulangi Bahaya Narkoba, Dll

“Peradangan akibat lupus juga bisa terjadi di saluran napas, sehingga bisa muncul gejala batuk dan nyeri dada,” kata dr. Astrid.

Waspadai penyebab nyeri dada saat batuk, dan segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala tersebut. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang sembuhnya.

Jika Anda merasakan nyeri dada saat batuk dan ingin berkonsultasi dengan dokter secara online sebelum pergi ke rumah sakit, jangan ragu untuk menggunakan layanan atau aplikasi LiveChat 24 jam. !” Demikian kata-kata yang diucapkan seorang dokter di Puskesmas saat meraba perut Cici (bukan nama sebenarnya), saat berusia 23 tahun, di sebuah desa di Kabupaten Karwang, Jawa Barat, seorang pasien HIV.

“Mau mati saja,” kata Sasai kepada Motiara di rumahnya, Rabu (28/5), saat hamil delapan bulan, membayangkan apa yang terjadi pada dirinya pada Juni 1996. Desa karena dia sedang mengandung janin.

Ini 7 Cara Mengatasi Sesak Napas Secara Alami, Tidak Perlu Obat

Tampaknya sampai sekarang pun, sejak kembali dari Riau (Oktober 1993), Cici masih dirundung musibah. Dalam tes tanpa prinsip kerahasiaan (nama yang mengikuti tes tidak dirahasiakan dan tanpa prosedur konseling sebelum dan sesudah tes) di antara wanita berisiko tinggi di wilayah Kepulauan Riau, Cici Dan dua wanita lainnya yang juga . asal Kabupaten Karawang dinyatakan positif mengidap virus HIV (Human Immunodeficiency), virus penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome, sindrom penurunan kekebalan tubuh yang membuatnya rentan terhadap berbagai penyakit).

Hasil tes HIV Cici dan berita kepulangannya juga menghiasi halaman surat kabar nasional dan televisi swasta nasional, yang berasal dari dokter kepala Puskesmas di Kabupaten Krawang, berdasarkan radiogram yang dikirim oleh Rio Health. melayani

Menurut Cici, pemberitaan tersebut tidak objektif karena menurut Cici, ia tidak pernah mewawancarai wartawan. Apalagi, ketika media cetak memuat berita dan ketika televisi menyiarkan berita, dia tetap menjadi subjek. Makanya, saat diwawancarai Mutiari (April 1994), dia mengeluhkan pemberitaan tentang dirinya (Mutira, 709/Mei 1994). Kabar ini membuat orang-orang di sekitar rumahnya tersenyum dan menganggapnya sebagai sumber bencana.

Fakta Medis Di Balik Mitos Batuk Yang Menyesatkan

Berita utama itu sendiri semakin mengejutkan karena mereka menyebutnya sebagai korban AIDS. Padahal, saat itu Cici baru dalam tahap seropositif, artinya baru terinfeksi HIV, dan belum mencapai tahap AIDS, sehingga tidak memiliki gejala yang spesifik.

Epaper Harian Andalas 04 Mei 2019 By Media Andalas

Namun karena pengetahuan HIV/AIDS yang sangat minim oleh masyarakat dan aparat pemerintah setempat serta pelaporan yang kurang objektif, warga masih menganggapnya sebagai sumber bencana sehingga warga memilih untuk tidak bersahabat dengannya. Masalahnya karena informasi tentang HIV/AIDS yang tidak objektif membuat banyak orang takut.

Padahal, virus AIDS hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pelindung (homoseksual dan homoseksual), melalui transfusi darah yang terkontaminasi HIV, dan melalui penggunaan alat suntik bersama yang terkontaminasi HIV, dan dapat ditularkan melalui ibu yang positif HIV. . Karena itu, sebenarnya tidak ada alasan untuk memisahkan Cici.

Cici sendiri ingin pulang dari Riau, setelah dinyatakan positif HIV, karena ingin melihat anak yang ditinggalkannya ketika seorang perempuan asal Cikampek bekerja di sebuah restoran di Riau Dia diajak dengan janji, di mana dia berjanji untuk bekerja. di restoran. 400.000 sebulan. Saat itu (1992) Cici terpaksa mengikuti ajakan perempuan tersebut, karena mengaku sangat mengkhawatirkan kehidupan anaknya yang saat itu masih berusia tiga tahun pasca perceraian. Saat itu ia dan anaknya tinggal bersama ibunya yang juga seorang janda, serta kakek dan neneknya yang berusia 60-an.

Dari tingkat desa hingga provinsi, Siki hanya bisa memijat dadanya untuk mendapat pengobatan dari warga dan aparat pemerintah. Bahkan sesampainya di desanya, petugas dinas kesehatan setempat memaksanya untuk melakukan tes darah di Piscum dengan bantuan maspika setempat. Awalnya Cici menolak karena hanya ingin dites di “Citpo” (artinya RSCM-Red.), namun karena petugas yang mengambil darahnya saat itu mengaku dari “Cipto”, Cici pun memberikannya. mengambil darah. .

Was Ist Los, Une?

Namun pengambilan darah jelas merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) karena mengabaikan prinsip privasi. Seharusnya ada konseling prates dan yang mengetahuinya hanya dokter atau konselor dan Cici sendiri. Namun, yang terjadi adalah warga desa yang sama mengetahui masalah yang dihadapi Cici saat dibawa ke Puskesmas.

“Seharusnya tidak disebarkan,” kata Cici tentang kondisi kesehatannya. Memang secara etis dan legal rekam medis seseorang tidak boleh diungkapkan. Namun, pengalaman Cici sangat tidak etis karena pejabat pemerintah dan Puskesmas setempat menciptakan situasi yang menyudutkan Cici. Jika aparatur dan pihak Puskesmas arif, Cici tentu tidak akan menemui masalah sosial dalam pergaulannya sehari-hari karena hubungan sosial bukanlah media penularan HIV.

Di Riau sendiri, diakuinya, ia pernah jatuh cinta dengan pria Tionghoa berusia 50-an, warga negara Singapura. Karena itu, bahkan ketika dia dipulangkan, pria itu memburunya. Pada 1994-1995, Cici empat kali terbang ke Singapura dari Bandara Soekarno-Hatta. Saat itulah, menurut pengakuan Cici, mereka menikah. “Kami menikah di KUA (Kantor Urusan Agama-Red.) Jakarta,” ujarnya saat menyuapi putrinya yang lahir pada acara pembukaan Olimpiade Atlanta 1996 itu.

Fakta Medis Di Balik Mitos Batuk Yang Menyesatkan

Setelah diperiksa di Puskesmas saat hamil delapan bulan, ternyata dokter masih penasaran karena dalam catatan mereka ternyata nama Cici tercatat sebagai “kasus”.

Fakta Menyesatkan Seputar Susu Bagi Manusia

Kemudian dokter membawa Seki ke rumahnya dan menanyainya. Menurut Cici, pertanyaan yang diajukan dokter mengarah pada perilaku seksualnya. Cici sendiri mengaku marah menerima perlakuan seperti itu karena bisa bertanggung jawab atas kehamilannya. “Bayi ini punya ayah,” kata Sissy kemudian sambil menepuk-nepuk perutnya yang buncit. Karena itu, Siki sangat kecewa dan marah ketika perutnya sakit dan ingin muntah setelah mengonsumsi Piscums saat hamil.

Puskesmas setempat akhirnya membawanya ke RSCM. Setelah diinterogasi, Cici dibawa ke Yayasan Pelita Ilmu (YPI), sebuah LSM yang bergerak di bidang HIV/AIDS di Jakarta. Sambil menunggu kelahirannya, Cici tinggal di sanggar YPI dan dirawat oleh dokter-dokter ahli HIV/AIDS, seperti dr. Zaberi Jurban, DSPD, dan Dr. Samswardjal Josie, DSPD. Persalinan Cici ditangani dr. Siti Dhyanti Wishnuwardhani, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan FK UI/RSCM.

Setelah tujuh hari dirawat di RSCM, Cici pulang dengan bayinya yang diberi nama dr Siti. YPI sendiri terus merawat Cici dan putrinya yang positif HIV. Sayangnya, untuk saat ini Sissy tidak melihat HIV sebagai ancaman bagi dirinya sendiri karena, “Saya tidak pernah sakit,” ujarnya. Begitu juga dengan putrinya yang kini berusia hampir satu tahun dan sudah mulai bisa berjalan. Beratnya 9,8kg dan “tidak pernah sakit,” kata Cici dengan bangga. Setiap pagi anaknya biasa mengisi mangkok bubur nasinya dengan ati ayam.

Situasi ini kembali muncul karena format penulisan berita seringkali tidak komprehensif. Bagi banyak orang, sakit berarti keluhan, sedangkan HIV dan bahkan AIDS sebelum stadium penuh (masih menunjukkan gejala sistem kekebalan yang melemah) mungkin tidak menunjukkan gejala penyakit apa pun. AIDS bukanlah penyakit itu sendiri, tetapi istilah kolektif untuk menggambarkan suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh melemah oleh HIV, menyebabkan infeksi oportunistik, terutama diare dan tuberkulosis, yang berakibat fatal bagi penderita AIDS.

Mitos Mitos Air Minum Yang Keliru, Ini Faktanya

Berkat uang yang diberikan suaminya, yang mengunjungi Cici dan putrinya setiap lima bulan sekali.

Fakta dan mitos, mitos dan fakta kesehatan, mitos atau fakta kesehatan, fakta dan mitos unik, mitos fakta ibu hamil, mitos atau fakta, mitos dan fakta kehamilan, fakta mitos dunia, fakta mitos, mitos fakta kesehatan, mitos fakta kehamilan, mitos dan fakta diabetes