Clubbing Finger Bisa Indikasikan Masalah Jantung – 3 PETUNJUK PENYIAPAN UJIAN KETERAMPILAN NASIONAL BAGI MAHASISWA NERS DI INDONESIA DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN DAN KESISWAAN DUNIA PENELITIAN, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2018 i

4 KELOMPOK KEBAHAGIAAN: Moh Syafar Sangkala, S.Kep., Perawat., MANP (F.Kep – UNHAS) Irawan Danismaya, S.Kep., Perawat., M.Kep (STIKes Sukabumi) Yuni, S.Kep., Perawat ., M.Kep., Sp.Kep.An (FIK-UNAIR) Irna Nursanti, Dr.Kep., S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Mat (FIK-UMJ) Dr. Ariyanti Saleh, SKp., M.Kes (F.Kep – UNHAS) Rosalina Tambunan, S.Kep., Perawat., M.Kep., Sp.Kom (STIKes Immanuel) Dr. Kapal Mendropa. S.Kep., Perawat., M.Kep., Sp.Kom (STIKes Karsa Husada) Dwi Nurviyandari Kusuma Wati, Ns., S.Kep., MN (FIK-UI) Blacius Dedi, Dr.Kep., SKM. , M.Kep (STIKes Immanuel) PERSON : Masfuri, S.Kp., MN Erna Wati, S.Kp., M.Kep., Sp.KMB Tuti Herawani, S.Kp., MN. Nyonya. Fajar Susanti, S.Kep., M.Kep., Sp, Kep.Kom. JURI : Masfuri, SKp, MN Moh. Syafar Sangkala, S.Kep., Ns., MANP ii

Clubbing Finger Bisa Indikasikan Masalah Jantung

Clubbing Finger Bisa Indikasikan Masalah Jantung

5 PENDAHULUAN Tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor terpenting yang mendukung berjalannya sistem kesehatan. Dibutuhkan tenaga kesehatan yang berpengalaman dan berdedikasi dalam jumlah besar dan sebarannya untuk dapat menjalankan tugasnya secara efektif. Peningkatan mutu pendidikan tenaga kesehatan merupakan salah satu langkah kebijakan untuk meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan mengelola sistem pelayanan kesehatan. Salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan dan pemerataan jenjang pendidikan tenaga kesehatan adalah dengan meningkatkan kendali mutu peserta didik. Tes bakat nasional merupakan cara yang efektif untuk memperbaiki sistem pendidikan dan mempertajam pencapaian kompetensi esensial sesuai dengan tingkat kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tes Bakat adalah metode pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku mahasiswa pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang Kesehatan. Tes Bakat Nasional diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Asosiasi Profesi. Pelaksanaannya dilakukan oleh Panitia Pelaksana yang ditunjuk oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Penilaian ini dimaksudkan untuk memenuhi tingkat kompetensi siswa yang memenuhi standar kompetensi kerja. Selain itu, Uji Kompetensi Nasional dapat digunakan sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan. Berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2012, Pasal 44, kewenangan penerbitan sertifikat kompetensi sudah ditetapkan, namun tata cara proses sertifikasinya belum ditetapkan. Untuk itu, Pemerintah wajib menyediakan standar sistem uji keterampilan yang berlaku di seluruh tanah air untuk menjamin kualitas penyelenggaraan uji keterampilan. Khususnya UU 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dan UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, jelas mengamanatkan adanya penilaian kompetensi secara nasional. Menurut pasal 21 pasal 7) UU No. 36 Tahun 2014 atau pasal 16 ayat (7) UU No. 38 Tahun 2014, tata cara pelaksanaan Tes Bakat diatur dengan Peraturan Menteri dalam hal ini Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Untuk memperjelas pelaksanaan Tes Bakat Nasional bagi yang akan mengikuti maka perlu dilakukan penyuntingan buku ini. Diharapkan buku ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mempersiapkan peserta yang akan datang memahami cara mendaftar, mempersiapkan soal ulangan, dan cara mengerjakan soal dengan lebih baik. aku aku aku

Bagaimana Urutan Jalannya Impuls Saat Seseorang Melakukan Aktivitas Bungee Jumping Singapura

6 HALAMAN ISI HALAMAN JUDUL… i TIM PENGEMBANGAN… ii KATA PENGANTAR… iii DAFTAR ISI… iv UJIAN UMUM TAHU PERSAHABATAN BAB I… 5 BAB II BAGAIMANA SOALNYA… UJIAN KETERAMPILAN NASIONAL DALAM KELAS… 9 BAB IV DAN ISI MATERI A. Keperawatan Darurat dan Trauma B. Keperawatan Dewasa (KMB) C. Anak D. Keperawatan Maternitas E. Perawat Jiwa F. Perawat Komunitas G. Keperawatan Keluarga H. Keperawatan Gerontik I. Kepemimpinan dan Manajemen Pelayanan Keperawatan BAB V PERMASALAHAN BAB VI KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN iv

8 Calon peserta ikut mendaftar program pendidikan calon peserta. Prosedur pemberitahuan dari program akademik kepada calon peserta (lulusan) berbeda-beda tergantung penyelenggara program akademik. Detail mengenai persyaratan, waktu dan biaya pendaftaran dapat dilihat pada laman. Berikut persyaratan pendaftaran peserta tes bakat nasional secara online: 1. Peserta Tes Bakat: a) Mahasiswa yang telah menyelesaikan program studi dari lembaga pendidikan yang memiliki izin penyelenggaraan program studi bertindak dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Menyelesaikan suatu program pendidikan berarti telah menyelesaikan semua proses pembelajaran di kelas, laboratorium dan klinik masyarakat tetapi belum mendapat sertifikat pada saat pendaftaran. Bukti yang diperlukan adalah sertifikat kelulusan untuk sarjana atau diploma untuk lulusan. b) Mahasiswa profesi keperawatan yang lulus 1 Agustus 2013, sudah memiliki ijazah tetapi belum lulus uji kompetensi (retaker). 2. Jumlah sks yang diselesaikan adalah 2 semester atau minimal 25 sks pada kurikulum 2008 atau minimal 36 sks pada kurikulum KBK. 3. Mahasiswa harus terdaftar di Pangkalan Data Perguruan Tinggi atau PD Dikti (forlap.ristekdikti.go.id). 4. Mahasiswa dari program atau lembaga pendidikan yang sedang dibina oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tidak diperkenankan mengikuti Tes Bakat Nasional. Status kemahasiswaan dapat dilaporkan atau tidak dilaporkan kepada Panitia oleh Kopertis untuk PTS dan oleh Direktorat Penjaminan Mutu untuk PTN. 5 PETUNJUK PERSIAPAN UJIAN KETERAMPILAN NASIONAL

10 Saat menghadapi ujian, peserta harus tetap tenang, fokus dan percaya diri. Mulailah dengan doa sebelum memecahkan masalah. Jangan berpikir apa yang tidak bisa kamu lakukan, tapi berpikirlah, aku bisa. Berikut cara atau tips praktis mengerjakan soal tes bakat nasional. 1. Utamakan menjawab soal yang mudah, jangan mengandalkan soal yang sulit. Namun di akhir masa ujian, pastikan semua soal dijawab dengan normal. Jawaban benar memiliki nilai benar 1, dan tidak ada nilai negatif (diskon) untuk jawaban yang salah, maka isilah semua jawaban dari pertanyaan tersebut. 2. Baca setiap kata dengan cepat (skimming). Kecepatan membaca yang ideal untuk ujian nasional adalah 300 kata per menit. Lebih cepat lebih baik. Jika skimming tidak dipahami, baca setiap kata kunci (periksa) dan buat analisis dan kesimpulan hanya berdasarkan informasi dan pertanyaan tertulis. Hindari mencampurkan fakta dan ide saat menjawab pertanyaan. 3. Total waktu yang digunakan untuk menjawab soal adalah 60 detik Perhatikan sisa waktu untuk memilih soal yang dapat dikerjakan dengan baik. Secara umum, 60 detik dianggap waktu yang cukup untuk memproses satu soal. Jangan terburu-buru, fokuslah pada jawaban atas pertanyaan. 4. Pahami sifat masalahnya. Format soal terdiri dari: pelengkap atau kasus diikuti dengan pertanyaan dan diakhiri dengan 5 kemungkinan jawaban (a, b, c, d, e). Pada soal Asesmen Kompetensi Nasional hanya diberikan 1 PILIHAN jawaban yang benar. Berbeda dengan pertanyaan umum, pada pilihan jawaban TIDAK semua jawaban benar atau tidak ada jawaban di atas. 5. Sketsa sering berisi kasus medis. Perhatikan 3 hal penting: keluhan utama yang disampaikan, detail klinis yang disampaikan dan tempat pelayanan yang terjadi pada kasus tersebut. Kemampuan untuk menghubungkan 3 hal penting tersebut dapat membantu mempermudah dalam menghilangkan keempat kendala tersebut dan menemukan pilihan jawaban yang tepat. 6. Yang perlu diingat, semua pilihan jawaban sama, tidak ada yang terlihat salah atau berbeda. Pilihannya berkisar dari sangat buruk hingga sangat baik, atau sangat baik hingga sangat baik. Distraktor dibuat berdasarkan realitas lapangan. Ketepatan pilihan jawaban sangat dipengaruhi oleh pemahaman konsep dan kata kunci. 7. Perhatikan kata kunci dalam pertanyaan, seperti memeriksa prioritas atau memeriksa prioritas, tindakan prioritas, tindakan paling penting atau tindakan prioritas. Bentuk lain dapat berupa kata-kata seperti tindakan pertama, tindakan pertama, tindakan segera, segera, pertama, pertama, atau penting. Kata kunci ini dikapitalisasi untuk fokus pada pemilihan jawaban yang tampaknya benar. 8. Bacalah setiap pilihan jawaban yang tersedia sebelum menjawab. Hilangkan atau abaikan pilihan jawaban yang salah atau tidak mungkin. Fokus pada kemungkinan jawaban berdasarkan kata kunci dalam sketsa dan kata kunci pertama

11 pertanyaan. Jika Anda tidak yakin, baca kembali pertanyaannya sebelum menentukan pilihan. 9. Pilihan jawaban utama disesuaikan dengan situasi atau keadaan kasus di dalam vignette. – Prinsip umum konsisten dengan teori keperawatan (bio-psiko-sosial-spiritual) klien yang ditunjukkan pada sketsa. Prinsip ini juga bergantung pada banyak hal, misalnya pengaturan layanan. – Jika kondisi atau lokasi kasus darurat, maka cara umum pemilihan prioritas didasarkan pada masalah ABC (ventilasi, pernapasan, sirkulasi). Pengecualian untuk pendekatan ABC pada algoritme Bantuan Hidup Dasar adalah CAB, yang didasarkan pada kategori triase aktif (merah, kuning, atau hijau) atau masalah keperawatan perilaku. – Jika sketsa terjadi di ruang pasien atau non-darurat, kelompok kebutuhan Maslow (fisiologis, perasaan aman, suka mengekspresikan diri) dapat digunakan sebagai panduan untuk memilih jawaban yang tepat. Saat memilih kebutuhan fisik (yang juga berfungsi dalam keadaan darurat) ada juga prioritas yang perlu ditetapkan. o Yang paling penting. Contohnya adalah ujian, lalu pilih yang paling penting, yang mengancam jiwa. Intervensi juga yang paling penting, memiliki dampak terbesar atau dapat mencegah terjadinya masalah lain. o Waktu mendatang. Misalnya action, lalu pilih berdasarkan kata kunci yang muncul di pertanyaan. Jika Anda ditanya mana yang pertama, maka carilah jawaban yang menunjukkan bahwa tindakan itu harus dilakukan sebelum tindakan lainnya, bahkan tindakan yang paling penting pun mengharuskan tindakan tersebut dilakukan terlebih dahulu. Namun jika pertanyaan terfokus pada aksi utama, maka pilihlah hal terpenting yang harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan kasus dalam vignette. – Urusan publik, manajemen, etika dan hukum atau pengembangan profesional tidak dapat menggunakan departemen darurat dan bagaimana menangani kasus klinis. Metode logika umum dapat digunakan jika logika tidak diajarkan secara teoritis. 10. Selain itu, diperlukan pengetahuan tentang internet atau sebagian besar pertanyaan di bab III

Format Pengkajian Kmb 21 2.fix

Ciri ciri masalah jantung, cara mengatasi masalah jantung, masalah jantung berdebar, masalah jantung, tanda2 ada masalah jantung, masalah pada jantung, tanda2 masalah jantung, masalah katup jantung, gejala masalah jantung, penyebab masalah jantung, masalah jantung koroner, mengatasi masalah jantung