Benarkah Penyakit Autoimun Bisa Dikendalikan Dengan Pola Makan – Penyakit autoimun adalah kondisi dimana sistem imun tubuh menyerang tubuh penderita. Beberapa penyakit autoimun yang biasa menyerang antara lain lupus eritematosus sistemik (SLE), diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis (RA), psoriasis, penyakit celiac, penyakit radang usus (IBD), dan multiple sclerosis. Autoimun tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol dengan gaya hidup sehat.

Tak sedikit dari mereka yang terdiagnosis penyakit autoimun merasa patah semangat untuk sembuh, karena penyakitnya belum juga sembuh total.

Benarkah Penyakit Autoimun Bisa Dikendalikan Dengan Pola Makan

Benarkah Penyakit Autoimun Bisa Dikendalikan Dengan Pola Makan

Pemberian obat pada penderita hanya untuk mengurangi gejala yang muncul. Ia bekerja dengan meredam reaksi inflamasi, sehingga respon imun yang berlebihan juga menurun.

Hari Lupus Sedunia 2019

Meski pemberian obat dapat membantu mengurangi gejala yang muncul, pola hidup sehat juga diperlukan agar tubuh tetap energik dan sehat.

Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit autoimun belum diketahui. Beberapa ahli mengatakan bahwa faktor genetik atau keturunan turut menjadi penyebab. Selain itu, faktor lain seperti infeksi dan paparan pelarut atau bahan kimia juga dianggap memperburuk keadaan penyakit autoimun. Selain itu, stres juga dipercaya dapat memperparah penyakit ini.

Oleh karena itu, hindari paparan bahan kimia dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan yang bersentuhan langsung dengan bahan kimia tertentu.

Penting juga untuk mencegah penularan infeksi dari lingkungan, misalnya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, atau memakai masker jika berada di area yang terkontaminasi.

Apakah Tepung Terigu Bisa Menjadi Penyebab Penyakit Autoimun?

Selain itu, Anda harus mampu mengatasi stres dengan sebaik mungkin. Ambil pandangan hidup yang positif, lakukan hal-hal yang Anda sukai, dan jangan takut memanjakan diri sendiri untuk menghilangkan stres.

Selain obat-obatan, menjaga pola makan juga berperan besar dalam mengurangi gejala yang terjadi. Jenis makanan yang dikonsumsi juga berdasarkan penyakit autoimun yang Anda derita.

Misalnya, jika Anda memiliki penyakit celiac, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang bebas gluten. Penyakit seliaka merupakan penyakit autoimun dimana jika penderitanya mengkonsumsi gluten maka sistem imun tubuh akan menyerang usus halus.

Benarkah Penyakit Autoimun Bisa Dikendalikan Dengan Pola Makan

Gluten adalah protein yang ditemukan dalam makanan, terutama gandum, gandum hitam, jelai, dan makanan olahan seperti pizza, roti, dan kue.

Klinik Konseling Autoimun: Solusi Agar Masyarakat Tidak Bingung Lagi

Jika Anda menderita lupus, psoriasis, IBD, atau RA, Dietary Autoimmune Protocol (AIP) mungkin menjadi pilihan Anda. Makanan yang bisa dikonsumsi saat menjalani diet AIP antara lain daging dan ikan (asal alami), ubi jalar, santan, alpukat, biji zaitun, minyak kelapa, madu, teh hijau, dan cuka sari apel.

Jika ingin makan sayuran, hindari sayuran dari keluarga nightshade atau Solanaceae, yang dapat memperburuk kondisi penyakit autoimun, seperti tomat, terong, paprika, dan kentang. Buah boleh dikonsumsi asalkan jumlahnya tidak terlalu banyak. Makanan fermentasi dari produk susu juga harus dihindari. Sebagai penggantinya, Anda bisa memilih kombucha, kefir atau kimchi.

Walaupun Anda memiliki penyakit autoimun, bukan berarti Anda harus diam saja. Olahraga ternyata bisa membantu mengurangi rasa lelah atau nyeri jangka panjang akibat penyakit. Selain itu, olahraga juga dapat mengurangi stres atau kecemasan, meningkatkan energi, dan memperbaiki suasana hati. Olahraga yang tepat dapat membantu tubuh beradaptasi.

Namun, olahraga sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan agar tidak membuat tubuh stres, yang bisa memicu munculnya gejala yang lebih serius. Mulai perlahan. Olahraga yang dilakukan dengan senang hati dapat menghasilkan hormon endorfin. Hormon-hormon ini berperan baik dalam sistem imun tubuh, yang dapat menjaga keseimbangan imunitas.

Gejala Gerd Archives

Beberapa pilihan olahraga yang bisa Anda lakukan antara lain yoga, tai chi, angkat beban, bersepeda, dan jalan kaki. Lakukan olahraga minimal tiga kali seminggu, dengan durasi minimal 30 menit setiap sesinya. Ingat, lakukan secara perlahan di setiap gerakan dan istirahatlah jika mulai lelah.

Hidup dengan penyakit autoimun membutuhkan perawatan ekstra. Tapi jangan berkecil hati. Meski penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol dengan pola hidup sehat seperti yang telah dijelaskan di atas, sehingga gejala yang muncul dapat diminimalisir. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau ahli gizi untuk membantu Anda mengatasi gejala penyakit autoimun yang terjadi. Bepergian seringkali menjadi alasan utama mengapa seseorang lupa menjaga kesehatannya. Bagaimana Anda mengatur keseimbangan waktu untuk mengurus diri sendiri, keluarga dan menjalankan karir Anda? Apalagi jika Anda sering merasa tidak punya waktu istirahat dan mengalami stres akibat tekanan pekerjaan di kantor, mengurus rumah tangga dan anak di rumah, atau tekanan sosial dari lingkungan sekitar.

Akhir-akhir ini sering terdengar istilah penyakit “autoimun” yang menyerang sistem imun tubuh manusia. Namun karena kurangnya kesadaran dan sulitnya mendeteksi penyakit ini, pengobatan seringkali terlambat dan berakibat fatal.

Benarkah Penyakit Autoimun Bisa Dikendalikan Dengan Pola Makan

Menurut penelitian dari Johns Hopkins Medicine, penyakit autoimun terjadi ketika sistem pertahanan alami tubuh, atau sistem kekebalan tubuh, tidak dapat lagi membedakan antara sel normal dan sel asing, menyebabkan tubuh keliru menyerang sel sehat. Padahal fungsi sistem imun (antibodi) adalah untuk melawan sel jahat seperti bakteri, kuman dan virus, bukan sel sehat.

Gejala Penyakit Autoimun Yang Sering Tak Disadari

Apa saja gejala yang sering dirasakan? Banyak penderita autoimun yang menderita gejala yang sama, antara lain: kelelahan atau kelelahan yang berkepanjangan; nyeri sendi, bengkak dan kaku pada leher, lengan, tangan dan lutut; masalah kulit seperti gatal dan kering; sakit perut atau gangguan pencernaan; kelenjar bengkak; rambut rontok; dan kesulitan konsentrasi.

Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap penyakit autoimun masih rendah, sehingga belum ada pengolahan data. Saat ini diperkirakan jumlah survivor atau autoimun mencapai jutaan, dan mayoritas adalah wanita usia subur.

Selain itu, banyak orang yang tidak memahami penyakit autoimun karena kurangnya edukasi dan pemahaman tentang penyakit ini. Apalagi karena gejalanya tidak spesifik dan ada 80 jenis penyakit autoimun yang menyerang bagian tubuh berbeda.

Sampai saat ini penyebab penyakit autoimun belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor seperti gaya hidup, lingkungan, berat badan, genetik dan jenis kelamin sering dikaitkan sebagai penyebab gangguan pada sistem imun tubuh. Sebagian besar penyakit autoimun tidak dapat disembuhkan karena belum ada obatnya, sehingga penyakit yang tidak segera ditangani dapat menyerang organ vital dan menyebabkan penyakit kronis.

Hidup Sehat Meski Dengan Penyakit Autoimun

Meski demikian, penyakit autoimun sudah dapat didiagnosis melalui tes antibodi, dan juga dapat dikendalikan dengan mengikuti gaya hidup sehat.

Lantas apa yang bisa dilakukan oleh penderita autoimun atau Anda untuk meredakan gejala dan mengembalikan keseimbangan sistem imun?

Beberapa penelitian menemukan bahwa salah satu penyebab penyakit autoimun adalah kekurangan vitamin D. Vitamin D tidak hanya berfungsi meningkatkan kekuatan tulang, tetapi juga menjaga kekebalan tubuh.

Benarkah Penyakit Autoimun Bisa Dikendalikan Dengan Pola Makan

Sinar matahari dapat membantu produksi vitamin D dalam tubuh kita, melalui proses sintesis saat kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB) sinar matahari. Waktu terbaik untuk berjemur dan terpapar sinar UVB adalah antara pukul 10.00 – 16.00 dan lakukan selama 5 – 15 menit tergantung warna kulit Anda. Orang berkulit terang menyerap sinar UVB lebih cepat daripada mereka yang berkulit lebih gelap. Namun Anda disarankan untuk tidak berjemur terlalu lama untuk menghindari risiko kanker kulit.

Psoriasis. Tidak Dapat Disembuhkan, Tapi Bisa Dikendalikan

Selain paparan sinar UVB, untuk mengobati penyakit autoimun, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D, seperti: ikan berlemak dengan kandungan omega-3 yang tinggi (salmon, tuna, dan mackerel); produk kedelai olahan (tahu, tempe dan susu kedelai); susu dan produknya (keju dan yogurt); telur; membentuk; dan hati sapi.

Asupan vitamin D harian untuk orang dewasa yang dianjurkan sebanyak 600 – 4000 IU, tergantung kebutuhan. Sebaiknya juga memilih sumber vitamin D alami yang tidak mengandung bahan pengawet.

Untuk pasien autoimun, diet bebas gluten adalah pilihan terbaik untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Penelitian dari Johns Hopkins Medicine juga menyebutkan bahwa orang dengan penyakit autoimun, seperti penyakit celiac, yang mengonsumsi gluten dapat merusak usus halus dan organ lainnya, sehingga tubuh sulit menyerap nutrisi. Dengan menghilangkan konsumsi gluten, secara otomatis dapat mengobati kondisi autoimun dengan mengurangi peradangan usus dan usus bocor.

Bahan-bahan yang mengandung gluten seperti tepung dan gandum, yang ditemukan dalam roti, pasta, sereal, kue kering, mie instan, pemanis buatan dan perasa. Sebagai pengganti, pilihan makanan non-gluten untuk dicoba antara lain: almond, alpukat, minyak zaitun, bayam, brokoli, kol, nasi (putih dan merah), quinoa, jagung, kalkun, daging sapi organik, dan beri.

Mengenal Penyakit Rosacea Yang Diidap Maia Estianty Halaman All

Banyak orang dengan penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, menghindari olahraga karena khawatir akan memperburuk gejalanya. Olahraga yang aman dan dianjurkan adalah jalan kaki, bersepeda, dan berenang. Gerakan peregangan dari yoga dan aerobik juga sangat membantu dalam melemaskan sendi yang kaku dan mengalami pembengkakan.

Olahraga sangat penting untuk meningkatkan kebugaran dan kelenturan tubuh, terutama untuk memperkuat sistem imun tubuh, mengatur sistem hormonal dan mengoptimalkan sel-sel tubuh.

Tidak diragukan lagi bahwa stres memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan fisik dan mental, terutama daya tahan tubuh. Studi dari Harvard Medical School melaporkan bahwa stres dapat menyebabkan penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis. Studi tersebut menentukan bahwa kejadian penyakit autoimun lebih tinggi di antara orang-orang yang sebelumnya telah didiagnosis dengan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Benarkah Penyakit Autoimun Bisa Dikendalikan Dengan Pola Makan

Selain itu, stres menyebabkan ketegangan fisik, psikologis, dan emosional, terutama saat menghadapi respons “lawan atau lari”. Respons ini ditandai dengan adrenalin yang menyebabkan denyut nadi dan pernapasan cepat, serta peningkatan tekanan darah. Misalnya saat dikejar anjing atau menghindari tilang di jalan tol. Namun bagaimana jika stres jangka panjang yang dipicu oleh rasa khawatir, misalnya karena tidak punya uang, banyak hutang atau takut gagal? Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi atau penyakit autoimun.

Usai Jalani Endoskopi, Penyakit Autoimun Ashanty Malah Makin Parah Hingga Dipenuhi Bentolan Sekujur Tubuh: ‘aku Lelah’

Lalu bagaimana cara mengurangi stres? Ada banyak cara untuk mengatasi stres dan mengatasi kebiasaan tidak sehat. Dengan mengikuti 4 langkah penting di atas, Anda juga bisa mengurangi tingkat stres Anda. Paparan sinar UVB dari matahari, konsumsi makanan yang mengandung vitamin D dan bebas gluten, serta olahraga teratur terbukti dapat mengurangi stres dan depresi.

Edukasi dan kesadaran akan penyakit autoimun sangat penting untuk pencegahan dan pengobatan penyakit autoimun, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat. Seperti penyakit lainnya, jauh lebih baik mencegah penyakit autoimun sejak dini daripada harus mengobatinya.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda siap untuk mencoba? Ayo

Penyakit autoimun sama dengan lupus, penyakit autoimun bisa sembuh, cara diet dengan mengatur pola makan, pola makan untuk penyakit jantung, cara menurunkan berat badan dengan pola makan, pola makan autoimun, yang dimaksud dengan penyakit autoimun, pola makan sehat mencegah penyakit berat, penyakit autoimun bisa disembuhkan, diet dengan pola makan teratur, pola makan penyakit jantung, kanker sembuh dengan pola makan