Bahaya Di Balik Mengendarai Motor Menggunakan Sandal – Ketua Korlantas Poliri Irjen Firman Shantjabudi mengimbau kepada pengguna sepeda motor untuk tidak memakai sandal jepit saat berkendara. Bagi masyarakat Bandung, himbauan ini memiliki sisi positif dan negatif.

Nur (25), warga Riung Bandung, misalnya. Ia menilai, larangan menggunakan sandal jepit saat berkendara dapat dilihat dari dua sisi. Dia setuju larangan itu untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

Bahaya Di Balik Mengendarai Motor Menggunakan Sandal

Bahaya Di Balik Mengendarai Motor Menggunakan Sandal

“Dari sudut pandang keamanan, saya setuju.” Karena cukup berbahaya bisa kena knalpot atau jari terjepit,” kata Nur saat ditemui Jabar di Jalan Gatot Subrot Kota Bandung, Selasa (14/6/2022).

Kakimu Cuma Satu, Ini Alasan Mending Jangan Pakai Sandal Pas Naik Motor

Namun, ketika melihat keefektifannya, menurutnya larangan itu agak “rumit”. Ia tidak menyangka jika menggunakan sepeda motor hanya berjarak kurang dari 1 kilometer.

“Agak susah fleksibel. Kalau mau ke toko harus pakai sepatu. Kalau dekat pakai sendal saja. Kalau jauh pakai sepatu saja,” ujarnya.

Pendapat lain diungkapkan Ibrahim (34). Seorang warga Kachapiring, sebuah kota di Bandung, juga mengamini dari segi keamanan.

Namun, dia mempertanyakan teknis larangan sandal jepit. Karena dia sering menggunakan sendal jepit saat berkendara.

Anak Tk Ditilang Pakai Motor, Kini Dapat Mobil Mobilan

Sementara itu, Jabar telah meminta keterangan Polda Jabar terkait penertiban tersebut. Kabid Humas Polda Jabar, Ibrahim Tompo, menyarankan untuk menghubungi Polda Jabar. Namun, saat dihubungi Dirlantas Polda Jabar Kombes Romin Thoib, dia tak menanggapi hingga berita ini ditulis.

Sebelumnya, Operasi Ketaatan 2022 dimulai hari ini selama dua minggu ke depan. Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantjabudi mencontohkan berbagai kebiasaan pengendara sepeda motor yang kerap membahayakan diri.

Satu hal yang menonjol adalah penggunaan sandal jepit saat berkendara. Hal-hal yang terkesan sepele dianggap dapat mempengaruhi keselamatan pengemudi.

Bahaya Di Balik Mengendarai Motor Menggunakan Sandal

“Ini komitmen kami untuk mengajak masyarakat, tentunya harus diatur sendiri dulu. Masyarakat membantu dengan meningkatkan kesadaran, mendidik anak-anaknya dengan baik dan paling mudah (dari) orang terdekat. Jadi jangan dicontoh. , mengira anaknya tidak mengerti, bapaknya bilang, ‘Dekat aja pak, jangan pake helm,’ naik motor pake sendal jepit,” kata Firman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/06). /2022).

Berita Sandal Jepit Hari Ini

“Maaf, saya tidak peduli dengan sandal jepit, tidak ada perlindungan dengan sandal jepit itu.” Karena saat naik motor, kulit langsung bersentuhan dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. Semakin cepat kita semakin tidak terlindungi, itu mematikan,” jelas Firman. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi menjelaskan imbauan yang disampaikannya kepada pengendara sepeda motor agar tidak memakai sandal jepit saat berkendara. .

“Upaya kami adalah memaksimalkannya. Jika itu terjadi, Tuhan sudah punya rencana, tapi kami akan melakukan yang terbaik. “Kematian akibat kecelakaan kami minimalisir dengan memberikan perlindungan yang cukup terutama pada anggota badan roda dua,” kata Firman kepada wartawan secara tertulis. pernyataan, Kamis

Dia mencatat, kecelakaan biasanya terjadi ketika pengendara mengendarai sepeda motor untuk jarak dekat. Itu sebabnya polisi meminta pengemudi untuk memakai sepatu bukan sandal jepit.

Menurutnya, penggunaan sendal jepit saat mengendarai sepeda motor tidak memberikan perlindungan jika bersentuhan langsung dengan aspal. Hal ini berbeda dengan penggunaan alas kaki yang membuat korban jiwa sangat minim.

Naik Motor Sambil Ngobrol Bisa Didenda Rp 750.000

Pakai sandal jepit, tidak ada perlindungan dari memakai sandal jepit. Karena kalau sering pakai motor (sandal jepit), kulitnya bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin dan ada kecepatan. “Semakin cepat kita tidak terlindungi, itu akan menjadi bencana,” katanya.

Namun, Firman memastikan tidak ada denda bagi pengendara roda dua yang menggunakan sandal jepit saat berkendara.

Menurut dia, petugas hanya akan menasihati dan mengedukasi jika menemukan pengemudi yang memakai sandal. Upaya itu, kata dia, diinvestasikan untuk membangun budaya di masyarakat.

Bahaya Di Balik Mengendarai Motor Menggunakan Sandal

Firman mengatakan hal ini sulit diterapkan, namun ke depan masyarakat akan sadar akan perlunya melindungi diri saat berkendara dengan perlengkapan lengkap.

Ini Alasan Polisi Larang Pengendara Sepeda Motor Pakai Sendal Jepit!

“Saya mengatakan bahwa ETLE membantu kami dengan observasi tahun ini. Kami akan memberikan pendidikan kepada mereka yang kami temui di jalan, termasuk sebelumnya. “Ini mungkin tidak mudah di masa lalu ketika kami harus memakai helm dan cuaca terlalu panas, tetapi ketika orang menyadari bahwa kepala saya penting,” katanya.

Sebagai informasi, Operasi Patuh Jaia 2022 akan digelar selama 14 hari ke depan di seluruh jajaran Polda mulai Senin (13/6) hari ini.

Setidaknya ada delapan tujuan dalam Operasi Patuh Jaia 2022. Yakni, penggunaan muffler yang berisik, penggunaan rotator, aksi balap liar, melawan arus.

Lalu, menggunakan ponsel saat berkendara, menggunakan helm non SNI, tidak memakai sabuk pengaman, dan bepergian dengan banyak orang.

Mengapa Pengendara Motor Dilarang Pakai Sandal Jepit?

Saat memulai petugas operasional, Firman juga menyinggung kebiasaan masyarakat yang kerap menggunakan sandal jepit saat mengendarai sepeda motor., Jakarta – Mengendarai sepeda motor harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan, dengan perlengkapan berkendara yang lengkap. Tidak hanya memakai helm dan jaket, pengendara roda dua juga harus memakai sepatu, tidak hanya sandal, apalagi bertelanjang kaki.

, banyak pengendara sepeda motor hanya menggunakan sandal. apalagi saat musim hujan, banyak orang yang rela melepas sepatunya karena tidak ingin basah, dan lebih rela kakinya terluka daripada sepatunya basah.

Namun, ada bahaya yang mengintai dari perilaku tersebut, seperti menyentuh blok mesin yang panas, terutama untuk motor sport, yang akan mengakibatkan luka bakar.

Bahaya Di Balik Mengendarai Motor Menggunakan Sandal

Lebih parahnya lagi, kaki yang tidak terlindungi bisa terluka parah karena menyentuh benda lain seperti sepeda motor di kanan atau kiri kita.

Tips Berkendara Sepeda Motor Saat Hujan Agar Tetap Aman Dan Selamat

* Fakta atau kebohongan? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang disebar, silahkan whatsapp cek fakta nomor 0811 9787 670 cukup dengan mengetikkan kata kunci yang diinginkan.

Mengendarai sepeda motor saat musim hujan seperti sekarang membuat helm rawan basah. Hasilnya lembap dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Tidak hanya itu, bahan yang digunakan untuk mencuci helm di tempat pencucian mobil tidak diketahui oleh konsumen sehingga sebagian pemilik lebih memilih untuk mencuci helm tersebut di rumah.

Pertama, lepas semua bantalan helm, termasuk busa bagian atas. Namun, pemilik kendaraan sebaiknya melepas liner secara perlahan untuk menghindari kerusakan dan robekan.

Ingat, Selalu Pakai Alas Kaki Saat Mengemudi Mobil!

Kedua, siapkan air panas secukupnya untuk merendam substrat. Jangan lupa siapkan ember, sabun atau shampo dan sikat gigi yang lembut untuk menyikat bantalan helm yang kotor.

Isi ember dengan air hangat dan campurkan sampo secukupnya, lalu aduk rata. Setelah itu, masukkan semua media ke dalam ember. Tunggu 5-10 menit agar kotoran rontok dan kuman mati.

Setelah 10 menit dan air mulai mendingin, pasang kembali alasnya. Bersihkan dengan sikat gigi bekas. Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan noda atau kotoran, agar permukaan kembali mengkilap. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Paul Firman Shantjabudi mengimbau pengendara sepeda untuk tidak menggunakan sendal jepit. Alasannya, sandal tidak melindungi seluruh bagian kaki.

Bahaya Di Balik Mengendarai Motor Menggunakan Sandal

“Maaf, saya tidak stres menggunakan sandal jepit, tidak ada perlindungan dari sandal jepit itu.” Karena kalau pakai Pak, kulitnya kontak langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. “Semakin cepat kita, semakin tidak terlindungi, itu mematikan,” kata Firman.

Indonesia International Motorshow 2021

Firman mengatakan pihaknya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ketertiban dan keamanan berkendara. Salah satu kesadarannya adalah jangan memakai sandal jepit saat bersepeda, Pak.

“Kalau dibilang sepatu itu mahal, pakaian pelindung itu mahal, yang lebih mahal dengan nyawa kita. Pertimbangkan itu agar saat keluar, siap dengan perlengkapan yang dimiliki. Ini penggunaan helm standar, pakai sepatu. Masih banyak lagi yang pakai sandal, dimudahkan saja. Itu bentuk perlindungan kita terhadap masyarakat yang ingin kita bangun agar patuh dan menjadi bagiannya, bukan lagi karena ada petugasnya,” kata Firman.

Pakar keselamatan berkendara yang juga direktur pelatihan Security and Defence Consultants Indonesia (SDCI) Sonny Susmana mendukung pernyataan Firman. Dia mengatakan lebih aman mengendarai sepeda pria dengan sepatu.

“Kaki memainkan peran yang sangat penting saat mengemudikan Mr. Stop/berhenti, kaki pengendara pasti akan turun, jika keseimbangan tidak pasti kaki akan menjadi tumpuan, menginjak kran saat berhenti pasti tidak sehat dan sebagainya. “, kata Soni kepada detikcom, Selasa (14 Juni 2022).

Ragam Suara Warga Soal Larangan Pakai Sandal Jepit Saat Kendarai Motor

Katanya, idealnya saat naik sepeda, Pak. harus dengan gigi lengkap atau memakai perlengkapan berkendara lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki. Karena Mr Protection sangat minim karena tidak ada bumper.

“Bila badan ambruk, bersentuhan langsung dengan objek terdekat dan dengan kecepatan yang tidak menentu, maka sandal pasti terlepas dari kaki sehingga telapak kaki tidak terlindungi,” ujarnya.

Instruktur Safety Driving Astra Honda, Bapak (AHM), Hendrik Ferianto, pernah bercerita bahwa ada seorang pengendara sepeda pria yang terluka parah karena menggunakan sandal jepit. Menurutnya, penggunaan sandal saat mengendarai sepeda berisiko mencederai bagian tubuh pemro.

Bahaya Di Balik Mengendarai Motor Menggunakan Sandal

“Ada beberapa kejadian, pesepeda pakai sendal jepit jarinya patah. Dulu trainee saya itu, 3 jarinya putus. Bisa jadi patah karena dia mau dari Condet ke Cililitan, ada pesepeda lain. datang dari arah yang berlawanan, dia memukul kakinya dengan pedal rem dari arah yang berlawanan. Dia tidak merasakannya, dia tiba-tiba bergidik, ketika dia melihat ke bawah, jari kakinya dipotong. Jika kamu memakai sepatu, itu tidak akan terjadi. Itu tidak terjadi,” kata Hendrick. Apakah Anda sering memakai sandal saat mengemudikan mesin? Ternyata, kebiasaan ini cukup berbahaya lho! Cari tahu alasannya di artikel ini.

Masih Naik Motor Pakai Sandal Jepit? Jangan Coba Coba Diulangi Lagi!

Mengendarai sepeda motor masih menjadi pilihan masyarakat saat ini. Perjalanan roda dua dinilai efisien dan efektif dalam menembus kemacetan kota.

Namun dibalik efektifitas dan efisiensi tersebut, moda transportasi ini merupakan salah satu penyumbang kecelakaan lalu lintas terbesar, dan salah satu penyebabnya adalah aspek keselamatan yang masih kurang diperhatikan.

Selain kesadaran memakai helm dan jaket yang masih belum ada, masih seringnya pengendara menggunakan sandal saat berkendara. Penggunaan sendal ini semakin sering digunakan saat musim hujan.

Meski dianggap umum di Indonesia, mengenakan sandal saat mengendarai sepeda motor tampaknya melanggar hukum di beberapa negara maju.

Bisa Menyulut Emosi Orang Lain, Jangan Ngobrol Saat Mengendarai Motor Di Jalan Sob

Orang yang ketahuan melanggar dapat didenda. Ya, nilainya kurang lebih sama dengan tidak menggunakan helm di Indonesia.

Peraturan tersebut tentunya didasari oleh fakta pentingnya penggunaan alat pelindung diri

Cara mengendarai motor trail di jalan licin, biaya balik nama bpkb motor di polda, balik nama bpkb motor di polda, cara mengendarai motor kopling di jalan macet, cara mengendarai motor matic di jalan raya, cara mengendarai motor kopling di tanjakan, biaya balik nama motor di biro jasa, cara mengendarai motor kopling di tanjakan dan turunan, cara mengendarai motor matic di turunan, tempat kursus mengendarai sepeda motor di jakarta