Bahaya Di Balik Makanan Bersantan Saat Lebaran – , Jakarta Selain keunikan tradisi Idul Fitri, salah satu hal yang paling diharapkan pada saat lebaran adalah mencicipi hidangan khas lebaran yang menggugah selera. Ada banyak hidangan yang tersaji di meja saat perayaan lebaran untuk menyambut kerabat agar lebih akrab dalam menjalin silaturahmi.

Makanan khas Idul Fitri yang paling populer dan wajib ada setiap Idul Fitri adalah ketupat dan ayam. Entah bagaimana, hampir setiap orang menyajikan dua kali makan ini di rumah masing-masing.

Bahaya Di Balik Makanan Bersantan Saat Lebaran

Bahaya Di Balik Makanan Bersantan Saat Lebaran

Namun terlepas dari itu, makanan yang disajikan saat Lebaran di sejumlah daerah di Indonesia tidak hanya soto ayam dan ketupat. Ada banyak sekali makanan khas lebaran yang disajikan saat lebaran tiba. Beberapa di antaranya mungkin belum familiar bagi Anda.

Efek Samping Sering Mengonsumsi Santan Yang Bahaya Untuk Kesehatan

Berikut beberapa hidangan khas lebaran dari berbagai daerah di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber pada Kamis (29/4/2021).

* Fakta atau hoax? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silahkan WhatsApp Cek Fakta nomor 0811 9787 670 cukup dengan memasukan kata kunci yang diinginkan.

Bagi warga daerah Medan, gulai nangka menjadi menu utama saat Lebaran tiba. Gulai nangka dengan iga sapi ini biasa disantap dengan ketupat. Bumbu dan cara membuat gulai nangka sama dengan membuat gulai pada umumnya. Anda perlu mencampurkan beberapa bumbu seperti ketumbar, cabai merah, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe dan lengkuas.

Jika Anda merayakan Idul Fitri di Serambi Kota Mekkah, Aceh. Maka Anda bisa menemukan kurma dengan kurma yang selalu tersedia saat Lebaran tiba. Sajian lebaran khas negeri Rencong ini berisi potongan daging bebek yang dimasak dengan bumbu dan daun pandan, daun temurui, serai, dan kuah santan. Rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, pala dan kapulaga pada bebek kurma menambah rasa dan aroma yang kuat.

Suka Makan Ketupat? Mulai Dari Opor Sampai Rendang, Ini 5 Menu Yang Enak Jadi Lauk Ketupat

Sajian lebaran yang tidak boleh dilewatkan adalah rendang. Umumnya, rendang dibuat dari daging sapi, santan, dan rempah-rempah. Namun, rendang juga bisa dibuat dari daging ayam, paru, jamur, dan bebek. Proses memasak rendang memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga yang tersisa hanyalah potongan daging dan bekatul yang hitam pekat. Pada suhu ruangan, rendang bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang masaknya lebih singkat dan santannya belum kering disebut kalio yang berwarna coklat muda keemasan.

Selanjutnya ada ayam bumbu anam yang merupakan soto ayam khas palembang. Ini menu wajib setiap Idul Fitri yang disantap dengan ketupat.

Cara melakukannya tidaklah sulit. Ayam potong dadu dimasak terlebih dahulu. Kemudian masukkan kuah santan kental dengan tambahan beberapa bumbu khas hingga benar-benar kental dan warna kuah berubah menjadi kuning.

Bahaya Di Balik Makanan Bersantan Saat Lebaran

Makanan khas saat Idul Fitri yang sering disajikan oleh masyarakat Jambi dan sekitarnya yaitu lemang. Lemang terbuat dari beras ketan yang digulung dalam daun pisang, kemudian diletakkan di dalam bambu panjang dan dipanggang hingga matang. Sebenarnya lemang bukanlah masakan tradisional Jambi. Tapi, makanan ini sangat familiar bagi masyarakat daerah Jambi.

Sejarah Dan Asal Usul Ketupat, Tradisi Menu Lebaran Masyarakat Indonesia

Semur adalah hidangan daging rebus yang dicampur dengan kuah berwarna coklat tua. Kuah semur terbuat dari kecap manis, bawang merah, bawang merah, pala dan cengkih. Dalam proses pembuatan semur, kecap manis yang terbuat dari kacang kedelai hitam asli merupakan bahan yang paling penting untuk memperkuat cita rasa semur. Selain berbahan dasar daging sapi, semurnya bisa ditambah dengan kentang, tahu, tempe, telur dan ikan, sesuai selera masyarakat di masing-masing daerah.

Seperti namanya, soto Banjar merupakan soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan, dengan bahan utama ayam. Aroma rempah-rempah seperti kayu manis, pala dan cengkeh pada Soto Banjar sangat terasa.

Dalam penyajiannya, ada kalanya kuah Soto Banjar dicampur dengan sedikit susu sehingga warna kuahnya tidak bening, melainkan agak keruh. Soto Banjar memang menjadi menu Lebaran yang paling dinantikan masyarakat Banjarmasin setiap tahunnya.

Jika daerah Jawa terkenal dengan kuliner opor ayam, maka di Makassar ada yang mirip dengan opor. Namanya, ayam gagape. Setiap Idul Fitri, ayam gagape akan disajikan di atas meja sebagai jamuan untuk tamu, keluarga dan kerabat selama Halal bi Halal.

Cari Tahu Makanan Lebaran Yang Harus Dihindari Berdasar Golongan

Sajian tradisional ayam gagape terbuat dari daging ayam yang diolah dengan campuran bumbu khas sulawesi. Kaldunya sedikit lebih kering dari kaldu ayam. Ciri khas ayam gagape terlihat dari tambahan parutan kelapa pada sajiannya. Hal ini juga yang membuat tekstur ayam gagapa menjadi lebih gemuk.

Makanan khas lebaran berikutnya adalah ayam woku Manado yang dimasak mirip dengan ayam bumbu rujak. Ayam woku terkenal super pedas karena dicampur dengan bumbu dan bumbu yang khas. Ayam woku biasanya dimasak hingga kuahnya mengental dan sedikit menyusut. Cabai pedas dan kemangi yang harum menjadi ciri khas masakan ayam woku Manado. Biar makin nikmat, sajikan lauk ini dengan nasi putih hangat.

Saat Lebaran, banyak daerah di Indonesia yang menyajikan hidangan daging. Namun, hal itu tampaknya tidak berlaku di Madura. Ketimbang daging atau ayam, masyarakat Madura lebih memilih merayakan lebaran dengan hidangan ikan, salah satunya yang paling terkenal adalah kella pate.

Bahaya Di Balik Makanan Bersantan Saat Lebaran

Kella pate adalah makanan lebaran khas Madura. Bahan utamanya adalah ikan kembung yang kemudian digoreng dan dimasak dengan santan. Dengan sekali gigit saja, Anda sudah bisa merasakan citarasa khas rempah-rempah seperti jinten, kencur, bawang merah, kemiri, terasi, cabai dan wuluh.

Macam Macam Hidangan Lebaran Yang Menimbulkan Masalah Kesehatan Jika Dikonsumsi Berlebih

Itulah tadi beberapa hidangan khas Lebaran dari berbagai daerah di Indonesia saat Idul Fitri tiba. Bagi perantau yang tidak bisa mudik karena pandemi seperti saat ini, makanan tradisional membuat kita kangen kampung halaman. Makanan yang mengandung santan tidak hanya bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Makanan jenis ini juga dituding sebagai penyebab kanker payudara. Apa faktanya?

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada wanita. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, angka kejadian kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 per 100.000 wanita, dengan angka kematian rata-rata 17 per 100.000 penduduk.

Kanker payudara terjadi ketika sel-sel di payudara tumbuh secara tidak normal. Sel-sel ini membelah lebih cepat, menumpuk dan membentuk gumpalan atau massa.

Berbagai faktor dapat menyebabkan seseorang menderita kanker payudara. Salah satu hipotesis yang berkembang di masyarakat mengenai penyebab kanker payudara adalah karena konsumsi santan.

Menu Pendamping Ketupat Agar Lebih Variatif Di Hari Lebaran

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh US National Center for Biotechnology Information (NCBI) di Filipina menyebutkan bahwa ada korelasi antara konsumsi santan dengan risiko terkena kanker payudara. Beberapa wanita dari Filipina – di mana kejadian kanker payudara cukup tinggi – berpartisipasi dalam penelitian ini.

Hasilnya, merebus makanan dalam santan secara signifikan terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara. Dengan rincian, OR (exposure factor) = 2,2 dan CI (tingkat kepercayaan) 95 persen.

“Kanker adalah penyebab multifaktorial. Memang ada makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker, tapi (makanan tersebut) bukan penyebab utamanya,” tegas dr Arina.

Bahaya Di Balik Makanan Bersantan Saat Lebaran

Sampai saat ini, penyebab pasti kanker payudara belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli mengatakan, lima sampai sepuluh persen kejadian kanker payudara terkait dengan mutasi genetik yang diwariskan.

Rekomendasi Menu Idul Fitri 2020: Resep Soto Bandung Yang Disajikan Tanpa Santan

Menurut dr Arina, santan sendiri hanyalah salah satu dari sekian banyak makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Ini karena santan mengandung lemak jenuh yang tinggi.

“Kembali ke gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker,” kata dr Arina.

“Tidak ada jumlah pasti untuk batasan ini, karena kebutuhan setiap orang akan lemak (terkandung dalam santan) mungkin berbeda-beda,” ujar Dr. Arina.

Anda bisa membuat santan sendiri dengan mencampurkan 1,5–2 cangkir (355–470 mililiter) kelapa parut tanpa pemanis dengan 4 cangkir air panas. Kemudian saring melalui kain katun tipis.

Resep Sayur Ketupat, Hidangan Khas Selepas Lebaran

Santan bukanlah penyebab utama kanker payudara. Meski begitu, konsumsinya tetap harus dibatasi agar kesehatan tubuh Anda selalu terjaga.

Punya pertanyaan tentang kanker payudara? Ingin mempelajari lebih lanjut tentang bahaya santan? Tanyakan langsung ke dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mendownload aplikasinya.Pada saat lebaran pun biasanya kita memasak makanan lebaran seperti opor ayam dan rendang dalam porsi yang cukup banyak.

Dilansir dari Kompas.com, Ahli Gizi RS Indriati Solo Baru, Rista Yulianti Mataputun, S.Gz., mengatakan opor dan rendang merupakan makanan yang terbuat dari campuran santan.

Bahaya Di Balik Makanan Bersantan Saat Lebaran

Baca Juga: Meski Opor Ayam Kaya Bumbu dan Santan Tak Bikin Badan Gemuk, Asal Masak Pakai Resep Ini

Makna Filosofi Antara Rendang Dan Babi’

Dijelaskannya, santan sebenarnya termasuk dalam kategori lemak baik. Santan mengandung asam lemak dan trigliserida yang mudah dibakar oleh tubuh.

Namun, jika makanan dipanaskan atau dipanaskan berulang kali, lemak pada santan bisa berubah menjadi lemak jenuh.

Jenis lemak ini diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung.

“Kalau piring berisi santan dipanaskan berkali-kali, akan terbentuk lapisan minyak. Inilah yang membuat masakan ini berbahaya,” jelas Rista dalam wawancara dengan Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Meski Bisa Menambah Cita Rasa, Ini 4 Bahaya Makan Makanan Bersantan Terlalu Banyak

Selain itu, memanaskan makanan bersantan beberapa kali dapat menyebabkan kadar garam natrium dalam makanan naik, kata Wahyu Hardi Prasetiyo SSTG MPH RD, ahli gizi ahli gizi.

“Ini tentu berbahaya bagi orang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau tekanan darah tinggi dan menderita hypercholesterolemia (kolesterol tinggi dalam tubuh),” kata Wahyu seperti dikutip Tribunnews.

“Makanan santan seperti opor ayam atau rendang, cukup untuk kebutuhan satu hari. Memang upaya ini tidak praktis, tapi demi menjaga kesehatan,” usul Wahyu.

Bahaya Di Balik Makanan Bersantan Saat Lebaran

Tidak hanya memperhatikan makanan bersantan yang dipanaskan berulang kali, saat menyantap hidangan lebaran seperti kari ayam dan rendang, Anda juga perlu bijak dalam mengonsumsi makanan tersebut.

Berita Makanan Lebaran Hari Ini

Karena jika tidak membatasi porsi makan makanan lebaran justru bisa memicu kondisi buruk pada tubuh seperti kelebihan berat badan, kolesterol tinggi dan lain-lain.

Dilansir dari FatSecret, terdapat 163 kalori dalam 100 gram daging ayam, sedangkan 195 kalori dalam 100 gram rendang.

Secara umum, asupan

Makanan khas saat lebaran, makanan khas bugis saat lebaran, menu makanan saat lebaran, tiket kereta arus balik lebaran, makanan saat lebaran, tempat wisata di bandung saat lebaran, arus balik lebaran, makanan khas betawi saat lebaran